Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Gubernur Larang Isolasi Mandiri di Rumah, Ini Respon Ketua DPRD Belitung Timur  

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melarang isolasi mandiri bagi pasien positif Covid-19. Menurutnya isolasi mandiri

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Fery Laskari
Pos belitung/suharli
Ketua DPRD Belitung Timur, Fezzi Uktolseja usai mengikuti Rapat Paripurna secara virtual, Senin (22/3/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melarang isolasi mandiri bagi pasien positif Covid-19. Menurutnya isolasi mandiri menjadi penyebab penyebaran Virus Corona makin meluas.

Terkait hal ini, Ketua DPRD Belitung Timur (Beltim), Fezzi Uktolseja mengatakan, dalam menerapkannya ke daerah harus ada beberapa hal yang diperhatikan. Di Belitung Timur sendiri, isu ini menurutnya merupakan isu yang tak berkesudahan karena sudah muncul sejak awal pandemi tanpa solusi.

Ditemui Posbelitung.co di ruang kerjanya belum lama ini, dia mengatakan pemerintah daerah harus menyiapkan tempat isolasi terpusat khusus untuk pasien positif covid-19 bergejala ringan sampai sedang. Sedangkan yang gejala berat dirawat di rumah sakit. Dia menyebutkan jangan sampai nanti peraturan itu sudah ditandatangani tapi tempatnya belum ada.

Selain itu, dia ingin pemerintah juga menyiapkan tenaga medis jika memang peraturan tersebut diberlakukan. Fezzi menyebutkan jumlah tenaga medis harus diperhatikan supaya dalam mengontrol pasien covid-19 tidak kewalahan yang berisiko mengabaikan pasien dengan gejala berat.

"Satu yang terpenting ialah pengontrolan bagi pasien positif yang sedang isolasi mandiri. Harus dipantau setiap hari jangan cuma seminggu sekali. Karena kebanyakan mereka sendiri tidak tahu masuk dalam gejala ringan, sedang, atau berat. Kemarin bahkan ada yang meninggal saat isolasi. Ini yang harus jadi perhatian kita," ujar Fezzi.

Politisi PDIP itu menyarankan agar Dinas Kesehatan membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi para pasien yang isolasi mandiri. Dia bilang untuk biayanya bisa memakai dana refocusing yang sudah ditetapkan.

Fezzi bilang kalau dibebankan ke puskesmas setempat bakal nakes kewalahan mengontrolnya setiap hari karena dalam satu kecamatan bisa 20-40 kasus corona aktif.

"Seperti di rumah sakit. Mereka merekrut orang yang tugasnya khusus untuk ngeswab. Kalau dobel-dobel nanti tugas utamanya yang malah terabaikan," kata Fezzi.

Dia berharap pemerintah daerah dan OPD terkait bisa serius dalam mengambil kebijakan sehingga Belitung Timur tidak terjebak di masalah yang sama setiap tahunnya.

"Saya pikir kita sudah bosan dengan virus corona ini. Masyarakat sudah jenuh. Perlu langkah-langkah serius supaya bisa ditekan laju kasus positifnya," kata Fezzi. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved