Breaking News:

Berita Belitung Timur

Harga Mahal, Emak-emak di Belitung Timur Pilih Tunda Beli Daging Sampai Usai Lebaran 

Seminggu jelang lebaran, harga daging sapi di Pasar Tradisional Lipat Kadjang Manggar, Belitung Timur merangkak naik hingga Rp180 ribu

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Seorang pedagang daging di Pasar Lipat Kadjang Manggar menunggu pembeli belum lama ini. (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Seminggu jelang lebaran, harga daging sapi di Pasar Tradisional Lipat Kadjang Manggar, Belitung Timur merangkak naik hingga Rp180 ribu per kilogram. Padahal seminggu sebelumnya harga daging sapi masih di kisaran Rp 130-135 ribu per kilogram.

Harga tersebut membuat emak-emak pusing. Seperti yang dialami oleh Neneng seorang ibu rumah tangga (IRT) di Manggar. Kepada Posbelitung.co, Rabu (5/5/2021), dia berencana untuk tidak membeli daging sapi untuk lebaran karena harganya yang tinggi.

Neneng bilang daripada membeli harga daging segitu lebih baik menunggu setelah lebaraan saat harga kembali normal. Ia menyebutkan jangan terlena dan terbawa gaya hidup orang lain.

"Istilah orang Belitung itu 'jangan nguatek'. Makan daging tidak harus menunggu lebaran. Setelah lebaran rasa daging sapi tetap seperti daging sapi tidak bakal berubah rasanya," kata Neneng.

Meski demikian, ia menyarankan kepada pemerintah agar bisa membeli daging sendiri dan dipotong lalu dijual ke masyarakat dengan harga murah. Dengan begitu, lanjutnya, harga daging di pasaran bisa ditekan sehingga lebih terjangkau oleh masyarakat.

"Kadang juga pemerintah tidak salah karena harga mahal kan karena stok daging yang terbatas," kata Neneng.

Lain Neneng, lain pula Suhaini. Emak-emak yang juga tinggal di Manggar ini mengatakan akan tetap membeli daging dengan harga mahal. Ia mengatakan makan daging saat lebaran itu wajib karena momen satu tahun sekali.

Dia juga sedih mendengar harga daging sapi semahal sekarang. Dia juga merasa kasihan kepada orang-orang yang hanya bisa membeli daging saat lebaran tapi saat waktunya tiba harga daging melambung.

"Kaget juga saat tahu harga daging hampir Rp 200 ribu. Kalau saya tetap mengusahakan membeli tapi paling hanya beli setengah kilogram saja," kata Suhaini.

Suhaini berharap kepada pemerintah agar bisa mengontrol harga-harga di pasar, tidak hanya daging sapi. Karena menurutnya banyak kebutuhan pokok lain menjelang lebaran yang dibutuhkan masyarakat.

"Minta tolong ke pemerintah agar bisa mengintervensi harga pasar supaya warga yang kekurangan masih bisa menjangkau dan bisa sama-sama merayakan idulfitri dengan bahagia," harap Suhaini. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved