Breaking News:

Berita Belitung

KNPI Dukung Penerapan Prokes Tapi Sayangkan Penyemprotan AWC di Jalan Endek

Ketua DPD KNPI Kabupateng Muhammad Hafrian Fajar atau akrab disapa Jarwo menyayangkan persoalan pembubaran bazar ramadhan di Jalan Endek

IST/Dok KNPI Kabupaten Belitung
Ketua KNPI Kabupaten Belitung M Hafrian Fajar saat membagikan hand sanitizer ke pasar ikan Tanjungpandan, Senin (6/4/2020). 

POSBELITUNG.CO -- Ketua DPD KNPI Kabupateng Muhammad Hafrian Fajar atau akrab disapa Jarwo menyayangkan persoalan pembubaran bazar ramadhan di Jalan Endek, Tanjungpandan menggunakan semprotan mobil armored water canon (AWC) pada Sabtu (8/5/2021) malam kemarin.

Baca juga: Aksi Heroik Ajudan Bupati Belitung Timur Hingga Jatuh ke Aspal Kejar Pengendara Tidak Gunakan Masker

Menurutnya pelanggaran yang dilakukan panitia mengadakan live musik hal yang biasa dikarenakan ramainya pengunjung bazar.

Ia mengatakan panitia bazar sempat menyampaikan bahwa banyak tempat yang juga mengadakan live musik seperti di bazar tersebut.

"Maksud saya harusnya jika ada pelanggaran ya diselesaikan dengan baik dan bijak. Apalagi dengan anak muda yang berintelektual sebagai penerus bangsa jangan sampai mereka timbul pikiran bahwa ada oknum arogan. Harusnya kita sama-sama menjaga dan menghargai," ujarnya melalui siaran rilis DPD KNPI Kabupaten Belitung, Minggu (9/5/2021).

Selain itu, lanjutnya, panitia juga selalu menghimbau masyarakat yang berkunjung untuk tetap menggunakan masker dan menjaga jarak.

Persoalan menggunakan badan Jalan Endek, menurutnya panitia sudah meminta izin dengan pemerintah dan melakukan pemberitahuan kepada pihak berwajib.

"Jika ada pihak yang bilang bahwa Endek Street Market tidak ada izin, kami sudah mendapat izin dari pemerintah dari tanggal 18 april 2021 sampai 8 mei 2021 dan semalam penutupan," katanya.

Ia merasa prihatin atas tindakan pembubaran yang berlebihan dan merugikan UMKM dengan menggunakan semprotan water canon.

Sebab, ketika di bubarkan menggunakan semprotan AWC terdapat handphone pedagang yang rusak, kaca yang pecah, mesin kopi yang rusak dan parahnya lagi banyak pengunjung yang bubar tanpa membayar makanan.

"Saya rasa perlu melihat situasi dengan bijak dan adil jika. Kita bandingkan banyak pusat keramaian yang sama-sama berjuang membangkitkan perekonomian tetapi tidak ditertibkan menggunakan water canon, dimana keadilan," kata Jarwo.

Halaman
12
Penulis: Dede Suhendar
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved