Breaking News:

Berita Belitung

Jelang Idul Fitri 1442 H, Bupati dan Forkopimda Belitung Timur Tinjau Pasar Manggar dan Gantung

Bupati, Wakil Bupati, dan Forkopimda Belitung Timur meninjau Pasar Tradisional Lipat Kadjang, Manggar dan Pasar Tradisional Gantung

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Bupati, Wakil Bupati, dan forkopinda Belitung Timur saat meninjau Pasar Tradisional Lipat Kadjang Manggar, Senin (10/5/2021) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati, Wakil Bupati, dan Forkopimda Belitung Timur meninjau Pasar Tradisional Lipat Kadjang, Manggar dan Pasar Tradisional Gantung, Gantung, Senin (10/5/2021).

Mereka melakukan peninjauan menjelang Idul Fitri 1442 H pada Kamis (13/5/2021) mendatang.

Ditemui wartawan usai peninjauan di Pasar Lipat Kadjang Manggar, Bupati Belitung Timur Burhanudin mengatakan harga kebutuhan pokok ia nilai masih cukup stabil.

Hanya saja dia menyoroti harga daging sapi yang masih tinggi.

Namun, dia mengatakan harga tersebut sudah cenderung menurun dari yang awalnya Rp 170-180 ribu menjadi Rp 160.000 hingga Rp 170.000 per kilogram.

"Kita dari pemerintah sudah berupaya melakukan intervensi pasar, satu caranya yaitu mengadakan pasar murah dan operasi daging sapi murah untuk masyarakat di beberapa kecamatan. Semoga besok dan lusa bisa turun lagi harga di pasar," kata Burhanudin.

Terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh provinsi yaitu Rp 140.000 per kilogram daging sapi, Burhanudin menyerahkannya kepada Satgas Pangan Polres Belitung Timur soal bagaimana pembinaannya.

Mengenai harga kebutuhan pokok lainnya, Burhanudin menyebutkan ada naik turun harga namun masih standar dan wajar cenderung stabil.

Bupati, Wakil Bupati, dan forkopinda Belitung Timur saat meninjau Pasar Tradisional Lipat Kadjang Manggar, Senin (10/5/2021)
Bupati, Wakil Bupati, dan forkopinda Belitung Timur saat meninjau Pasar Tradisional Lipat Kadjang Manggar, Senin (10/5/2021) (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Ia mencontohkan harga cabai rawit Belitung berkisar di harga Rp 50.000, cabai merah keriting Rp 60.0000, sampai ke gula Rp 12.500 per kilogram.

Menanggapi harga daging yang di atas HET, Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo mengatakan akan melakukan penyelidikan apakah ada kesengajaan penggelembungan harga daging sapi dari pedagang.

"Terkait penindakan, kita lihat dulu penyebabnya itu memang dari pedagang atau mereka sudah mendapatkannya dengan harga tinggi," kata kapolres.

Sementara itu, Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja mengatakan harga daging sapi ini sudah menjadi mekanisme pasar, yaitu jika penawaran rendah diikuti permintaan tinggi maka harga akan tinggi. Karena itulah, katanya, pemerintah daerah melakukan operasi pasar dan daging sapi saat ini.

Fezzi berharap stok daging untuk operasi daging murah ditambah karena kalau bicara pasar, ketika ketersediaan melimpah pasti harga stabil.

Namun, dia mengakui bahwa harga daging saat ini mengalami penurunan sekitar Rp 10.000 hingga Rp 20.000 per kilogram.

"Lumayan lah kan Rp 10.000 hingga Rp 20.000 cukup berarti. Seperti disampaikan kapolres tadi mudah-mudahan ada progresnya terkait penyelidikan harga sapi di pasaran sehingga tahu apa penyebab kenaikannya," kata Fezzi. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved