Breaking News:

VIrus Corona di Bangka Belitung

Masyarakat Khawatir Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Lewat 21 Hari, Begini Kata Pihak Dinkes Belitung  

Anggota DPRD Kabupaten Belitung Syukri Gumay mempertanyakan proses vaksinasi Covid-19 yang berlangsung. Lantaran ia menerima laporan masyarakat

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Vaksin Covid-19 Sinovac di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung beberapa waktu lalu. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Anggota DPRD Kabupaten Belitung Syukri Gumay mempertanyakan proses vaksinasi Covid-19 yang berlangsung. Lantaran ia menerima laporan masyarakat terkait belum ada vaksinasi Covid-19 dosis kedua padahal telah melewati waktu 21 hari dari penyuntikan pertama.

Terkait hal tersebut, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung Joko Sarjono mengatakan sekarang ada perubahan selisih waktu antara penyuntikan dosis pertama dan kedua.

Sebelumnya setelah menerima suntikan pertama, penerima vaksin harus disuntik kembali dalam waktu 14-28 hari. Kini penerima vaksin Sinovac menerima dosis kedua paling cepat 28 hari.

"Vaksin Covid-19 Sinovac sekarang paling cepat 28 hari, kalau mau disuntik selisih 30 hari lebih bagus. Buat penyuntikan dengan vaksin dosis kedua, AstraZeneca tiga bulan," katanya, Senin (10/5/2021).

Perubahan selisih waktu penyuntikan itu berdasarkan konsultasi yang telah dilakukannya dengan Dinas Kesehatan Bangka Belitung. Setelah bertanya dengan Wasor Imunisasi Dinas Kesehatan Bangka Belitung, secara medis tidak akan terjadi apapun terhadap penerima vaksin.

Semula, jumlah vaksin yang datang langsung dijatah yakni masing-masing dua dosis bagi satu penerima. Sementara kini, vaksin yang diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung langsung digunakan seluruhnya. Sehingga tidak ada lagi jatah vaksin yang disimpan bagi sasaran yang telah menerima dosis pertama.

"Dulu kalau misal ada 100 vaksin, diperuntukkan 50 orang, kami simpan 50 vaksinnya. Sekarang tidak lagi," ujarnya.

"Begitu datang langsung disuntikkan ke sasaran karena buat percepatan. Paling tidak orang sudah disuntik sekali, percepatan ini dilakukan untuk membuat kekebalan kelompok, makanya ada kebijakan begitu, dosis keduanya menunggu distribusi berikutnya," ucap Joko.

Kini memang vaksin Covid-19 tidak tersedia lantaran tak ada penerbangan dari Pangkalpinang-Tanjungpandan yang menyebabkan terhambatnya distribusi vaksin.

Semula pihaknya merencanakan menggunakan Expres Bahari Sabtu pekan lalu buat mengangkut vaksin. Namun tak beroperasinya transportasi laut pada masa pelarangan mudik ini menyebabkan penyaluran vaksin ke Belitung tidak bisa dilakukan.

Ia memperkirakan vaksin Covid-19 kemungkinan akan tiba di Belitung saat penerbangan sudah beroperasional lagi.

"Kemungkinan 18-19 Mei datang jadi 20 Mei sudah mulai penyuntikan kembali," katanya.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved