Breaking News:

Umat Islam Palestina Dibantai Israel di Masjid Al Aqsa, Arab Saudi Beri Izin Non Muslim ke Kota Suci

Arab Saudi malah mengganti rambu lalu lintas ke Masjid Nabawi di Al-Madinah Al-Munawwarah yang sebelumnya "Hanya Muslim" menjadi siapa boleh masuk

Twitter
Arab Saudi menghapus larangan bagi Non-Muslim memasuki kota Madinah yang suci bagi umat Islam, sementara Israel melarang umat Islam beribadah di Masjid Al Aqsa 

POSBELITUNG.CO, -- Umat muslim Palestina dilarang dan ditembaki oleh polisi Israel saat sedang beribadah di Masjid Al Aqsa sejak Sabtu (8/5/2021).

Tak ayal, aksi ini pun kemudian memicu bentrokan antara Palestina dan Israel.

Aksi kejam Israel ini pun kemudian dikejam sejumlah negara termasuk Indonesia.

Bentrokan tersebut merupakan bentrokan terparah sejak 2017.

Sudah dua malam Masjid Al Aqsa diserang, membuat lebih dari 200 orang Palestina terluka akibat desingan peluru polisi Israel.

Baca berita lainnya:

--> Tanpa Merasa Berdosa, Israel Akui Menembak dan Menewaskan 21 Warga Palestina dan Anak di Jalur Gaza

--> Tak Peduli Warga Amerika, Israel Lindas Rachel Corrie dengan Buldoser, Tewas Bela Rakyat Palestina

Kemudian analis Sky News Mark Stone yang melaporkan langsung dari Yerusalem menerangkan, ada sejumlah alasan mengapa situasinya memburuk selama beberapa minggu terakhir.

Dalam artikel yang diunggah pada Senin (10/5/2021), dikatakan bahwa keputusan polisi Israel membarikade area tempat duduk di luar Gerbang Damaskus pada awal Ramadhan memicu ketegangan awal.

Ekspansi permukiman Israel di Tepi Barat Palestina juga terjadi pada tingkat yang belum pernah segencar ini sebelumnya.

Pasukan keamanan Israel dikerahkan di tengah bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, pada 7 Mei 2021.
Pasukan keamanan Israel dikerahkan di tengah bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, pada 7 Mei 2021. (Ahmad GHARABLI / AFP)

Lalu ada masalah di Syekh Jarrah, kawasan Yerusalem Timur di mana keluarga-keluarga Palestina bertarung di pengadilan untuk mempertahankan rumah mereka dari para pemukim Yahudi yang ingin merebutnya.

Masalah dan ketegangan di Syekh Jarrah kemudian menjadi inti konflik terbaru.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved