Breaking News:

Virus Corona

Mikron Minta Warga yang Isolasi Mandiri Tidak Bertamu Maupun Menerima Tamu Lebaran

Orang yang terpapar Covid-19 diminta tidak bertamu ataupun menerima tamu, agar dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Dokumen Pos Belitung
Sekretaris Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Sekretaris Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa meminta masyarakat terpapar Covid-19 yang melaksanan isolasi mandiri di rumah saat lebaran untuk lebih banyak beraktivitas dan di rumah saja.

Mikron juga meminta orang yang terpapar Covid-19 ini agat tidak bertamu ataupun menerima tamu, agar dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

"Pada dasarnya lebaran bagi yang terkonfirmasi positif lebih baik di rumah, dalam arti kata beraktivitas dengan mengisolasi diri di rumah," ujar Mikron saat dikonfirmasi bangkapos.com, Jumat (14/5/2021).

Baca juga: Hari Ini 73 Kasus Baru, Total 15.468 Warga Bangka Belitung Terpapar Covid-19

"Jikapun akan melalukan kegiatan mendesak harus melakukan pengawasan dengan protokol kesehatan yang ketat dan tidak boleh lalai agar tidak menyebarkan virus kepada yang lain."

Ia menyebutkan beberapa kabupaten dan kota dalam upaya pengendalian pengawasan orang yang diisolasi mandiri, bagian rumah orang tersebut sudah ditempeli stiker dalam pengawasan.

Usaha penempelan stiker ini guna untuk meminta dukungan warga sekitar dalam pengawasan, tetapi upaya ini belum terlihat efektivitas.

"Isolasi mandiri pada dasarnya sesuai dengan ketentuan yang ada, namun pada pelaksanaanya sering terjadi ketidakdisplinan oleh orang terpapar Covid-19, mereka tidak melakukan isolasi diri."

"Kita lihat dari klaster keluarga itu mendominasi di wilayah Babel, itu akibat pengawasan yang kurang optimal dan kesadaran juga kurang," kata Mikron.

Dalam memperketat pengawasan, Satgas Babel sudah mengajukan program Tracker sejak Februari 2021 lalu, tetapi belum terealisasi dikarenakan terhambat anggaran yang tak kunjung cair.

"Kemarin kami sudah mengajukan progra Tracker, untuk tracking, mengawasi dan memfasilitasi pasien positif Covid-19 yang ada di RT, RW di suatu daerah, tetapi masih terkendala anggaran," kata Mikron. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Fitriadi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved