Breaking News:

Bongkar Kebiadaban Negaranya, Pilot AU Israel Keluar dari Militer, Membelot Bantu Rakyat Palestina

dia mengatakan bahwa Israel adalah negara apartheid dan "pemerintah dan komandan saya adalah penjahat perang.

Editor: Hendra
Twitter/Al Jazeera English
Seorang tentara Israel yang membawa senjata api, menendang seorang warga Palestina tidak bersenjata saat dia sedang sholat 

POSBELITUNG.CO, -- Malu negaranya merupakan penjahat perang, seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel memilih untuk membelot dari negaranya.

Dialah seorang pilot Angkatan Udara Israel bernama Yonatan Shapira. 

Ia kemudian diberhentikan dari militer pada 2003 silam dan mengumumkannya ke publik.

Meski tak banyak ada segelintir rakyat Israel yang menentang kebijakan negaranya.

Yonatan Saphira juga menentang pendudukan dan penindasan oleh Israel kepada rakyat Palestina.

Shapira bahkan melancarkan kampanye untuk mengajak anggota militer lain tidak mematuhi perintah dan penyerangan kepada Palestina.

Baca berita lainnya:

--> Israel Tantang Sekutu Hamas Berperang Termasuk Malaysia, Siap Kerahkan Seluruh Alutsista

Aksi tersebut menyebabkan dirinya dan beberapa pengikutnya dipecat dari instansi.

Kampanye pembelotan pada pemerintah Israel itu Shapira lakukan bersama 27 lebih pilot militer.

Seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel, Yonatan Shapira menyebut negaranya adalah penjahat perang.
Seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel, Yonatan Shapira menyebut negaranya adalah penjahat perang. ((Tangkap Layar Youtube Anadolu Agency))

Alhasil dia dan semua rekannya diberhentikan dari Angkatan Udara Israel sejak 2003.

Setelah pemecatannya itu, Shapira juga diberhentikan dari semua pekerjaan lain yang ia lakukan selama aksi pro-Palestina.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved