Breaking News:

Mantan Pilot Israel Membelot, Sebut Pemerintah Israel adalah Penjahat Perang

Shapira bahkan melancarkan kampanye untuk mengajak anggota militer lain tidak mematuhi perintah

AFP PHOTO/MOHAMMED ABED via KOMPAS.COM
Asap mengepul dari gedung Hanadi di Gaza City pascaserangan udara yang dilakukan pasukan Israel pada 11 Mei 2021. 

POSBELITUNG.CO - Seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel yang membelot menyebut negaranya adalah penjahat perang.

Demikian dikatakan Yonatan Shapira, pilot AU yang diberhentikan dari militer pada 2003 silam.

Di Israel, ada segelintir orang dari kalangan sipil dan militer yang menentang kebijakan pendudukan dan penindasan pemerintahan Tel Aviv kepada rakyat Palestina, salah satunya Saphira

Shapira bahkan melancarkan kampanye untuk mengajak anggota militer lain tidak mematuhi perintah dan penyerangan kepada Palestina.

Aksi tersebut menyebabkan dirinya dan beberapa pengikutnya dipecat dari instansi.

Kampanye pembelotan pada pemerintah Israel itu Shapira lakukan bersama 27 lebih pilot militer.

Alhasil dia dan semua rekannya diberhentikan dari Angkatan Udara Israel sejak 2003.

Setelah pemecatannya itu, Shapira juga diberhentikan dari semua pekerjaan lain yang ia lakukan selama aksi pro-Palestina.

Shapira mengangkat hak-hak warga Palestina dan menyuarakan kejahatan perang yang dilakukan tentara Israel dengan mengadakan konferensi internasional.

Saat ini Shapira telah pindah ke Norwegia dan melanjutkan hidup di sana.

Halaman
123
Editor: Kamri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved