Breaking News:

Joe Biden Telpon Netanyahu, Israel Ngotot Serang Palestina, Amerika Minta Gencatan Senjata

Seorang pejabat pemerintah AS mengatakan, keputusan untuk menyatakan dukungan dan tidak secara eksplisit menuntut gencatan senjata memang disengaja

Editor: Hendra
Politico
Presiden Joe Biden dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu 

POSBELITUNG.CO, -- Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meskipun mendukung gencatan senjata antara Israel dan Palestina dinilai tak tegas.

Dukunga gencatan senjata itu disampaikan Biden ke Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melalui sambungan telpon pada Senin (17/5/2021)

Menurut Gedung Putih, dia menyatakan dukungannya untuk gencatan senjata dalam pertempuran antara Israel dan Palestina.

"Presiden menyatakan dukungannya untuk gencatan senjata dan membahas keterlibatan AS dengan Mesir dan mitra lainnya untuk mencapai tujuan itu," kata Gedung Putih, dikutip dari APnews.

Biden mendorong Israel untuk melakukan segala upaya untuk memastikan perlindungan warga sipil yang tidak bersalah.

Baca berita lainnya:

--> Amerika Bantu Israel, Kirim Senjata Buat Bantai Warga Palestina, Terungkap Nilainya Rp 10,5 Trilliun

--> Elvira Devinamira Wirayanti Wanita Cantik Asal Jawa Timur, Pernah Masuk 15 Besar Miss Universe 2014

"Presiden menegaskan kembali dukungan tegasnya untuk hak Israel untuk mempertahankan diri dari serangan roket tanpa pandang bulu," katanya.

Gedung Putih mengatakan, kedua pemimpin itu juga membahas kemajuan dalam operasi militer Israel terhadap Hamas dan kelompok militan lainnya di Gaza.

Hamas telah mendapatkan cap teroris oleh AS dan beberapa negara Barat lainnya.

Dukungan Biden tentang gencatan senjata bersifat terbuka dan mirip dengan pernyataan dukungan pemerintah sebelumnya.

Namun, dukungan itu berbeda dengan tuntutan dari puluhan anggota parlemen Partai Demokrat yang meminta kedua belah pihak segera mengakhiri konflik.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved