Berita Belitung

Di Belitung Ada Siklus Peningkatan Kasus DBD Empat Tahunan, Waspada Curah Hujan Tinggi

Kabupaten Belitung memiliki siklus empat tahunan meningkatnya kasus Demam Berdarah (DBD).

Posbelitung.co/Suharli
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Belitung Joko Sarjono. 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Kabupaten Belitung memiliki siklus empat tahunan meningkatnya kasus Demam Berdarah (DBD).

Menurut Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Belitung Joko Sarjono, curah hujan tinggi umumnya bersamaan dengan kenaikan kasus DBD.

Kendati saat ini ada beberapa Kasus DBD yang terjadi di wilayah Belitung,  namun Joko menilai belum ada kenaikan kasus DBD secara signifikan.

"Kasus DBD banyak terjadi pada bulan September besertaan dengan musim penghujan. berdasarkan peta epidomologi tahun 2020, 2021, 2022 kasus DBD seharusnya tidak tinggi," ungkap Joko kepada Posbelitung.co, Rabu (19/5/2021).

Dia menilai berdasarkan pengamatan data survelens 12 tahun belakangan, ada pola empat tahun sekali terjadinya peningkatan kasus DBD di Belitung.

"Kami menyimpulkan ada pola 4 tahunan, masing-masing daerah beda, karena curah hujan tidak sama," kata Joko.

Kasus terbanyak DBD pada 2019 lalu, menurutnya berlokasi di Desa Aik Saga dan Desa Aik Seruk, bahkan sudah pernah diturunkan dari tim pusat  untuk meneliti kasus DBD di dua lokasi tersebut.

Dia menjelaskan, di Belitung berkenaan dengan DBD ada daerah yang endemis dan sporadis.

Daerah endemis memiliki kreteria kasusnya  terjadi tiga tahun berturut-turut, sedangkan sporadis menurutnya tidak menentu, terkadang ada setahun kasus muncul pada tahun berikutnya sudah tidak ada kasus lagi.

Di Kabupaten Belitung ada 17 desa yang masuk kategori endemis terutama untuk kasus di perkotaan Tanjungpandan, sedangkan 17 desa lainnya kategori sporadis.

"Kasus DBD pada 2021 hingga bulan Mei ini tetap ada namun kecil. Kemungkinan kalau berdasarkan data, kasus DBD 2021-2022 ini landai, namun kita harus wasapada juga pada bulan September akan datang berkenaan curah hujan, kami tetap mengimbau masyarakat agar tetap melakukan pemberantasan sarang nyamuk," bebernya.

(Posbelitung.co/Suharli)

 
 

Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved