Buruh Afrika Selatan dan Italia Bela Palestina, Tolak Bongkar Barang dari Kapal Israel

Para buruh menolak untuk mengangkut barang karena kargo berisi senjata dan bahan peledak yang dapat digunakan untuk membantai warga Palestina

Editor: Hendra
Istimewa
Pemukiman warga Palestina di Gaza diserang tentara Israel, Selasa (11/5/2021). 

POSBELITUNG.CO, -- Pembantaian yang dilakukan zionis Israel terhadap rakyat Palestina mendapat banyak simpatik dari masyarakat dunia.

Ada yang melakukan pemboikotan produk Israel, atau melakukan aksi turun ke jalan berdemonstrasi.

Penyerangan Israel terhadap penduduk Palestina sudah menuai kritikan dari dunia internasional.

Permintaan agar konflik segera diakhiri berhasil dilakukan.

Israel dan Palestina memutuskan untuk gencatan senjata, mulai Jumat (21/5/2021).

Baca Berita Lainnya:

Sepakat Gencatan Senjata, Berani Melanggar, Hamas Janjikan Wilayah Israel akan Dihujani Rudal

Malaysia Boikot Coca Cola Produk Israel, Pihak Perusahaan Langsung Memohon ke Publik Seperti Ini

Gencatan senjata atau jalan berdamai dilakukan setelah 11 hari Hamas dan tentara Israel saling menyerang menggunakan roket.

Sebelum dilakukan gencatan senjata, kecaman bukan hanya datang dari pemangku kebijakan,

mereka yang bekerja di pelabuhan juga mengecam tindakan Israel terhadap Palestina.

Sebagai tindakan tidak setuju dengan perlakuan Israel pada Palestina, para pekerja Pelabuhan di Afrika Selatan

menolak melakukan bongkar barang kapal Israel yang berlabuh di Pelabuhan Durban, Rabu (19/5/2021) malam.

Melansir dari Anadolu Agency, Jumat (21/5/2021) Perhimpunan Pekerja Sekutu dan Transportasi Afrika Selatan (SATAWU) menyebut keputusan menolak membongkar barang dari kapal Israel dilakukan setelah adanya

seruan dari Federasi Umum Serikat Pekerja Palestina (PGFTU) untuk menolak menurunkan barang Israel dari laut dan bandara.

Baca Berita Lainnya:

Mahasiswa Inggris Menyesal Seumur Hidup Bela Israel, Baru Sadar Usai Injak Tempat Suci Makam Nabi

Suami Ajak Istri Mandi Bareng, Berhubungan Intim di Kamar Mandi, Menolak Malah Wajah Digergaji

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved