Breaking News:

Manajemen Black Rock Golf Belitung Bantah Aset Disita Kejagung Masuk Area Golf

PT Belitung Golf and Resorts (BGR) menyatakan lahan seluas 16.813 meter persegi yang disita penyidik Kejaksaan Agung tidak masuk area lapangan golf.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: M Ismunadi
posbelitung.co /dede s
Plang merah yang dipasang penyidik Kejagung di lahan milik Heru Hidayat tersangka korupsi PT Asabri, Kamis (27/5/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- PT Belitung Golf and Resorts (BGR) mengakui adanya jual beli lahan di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung dengan PT Seribu Pulau Tropica.

Namun lahan seluas 16.813 meter persegi yang disita penyidik Kejaksaan Agung itu tidak masuk area lapangan permainan golf.

General Manager PT Black Rock Golf Belitung Rina Maharani mengatakan, dia sudah membaca di media mengenai pemberitaan masalah kasus korupsi PT Asabri yang terkait dengan lahan milik PT Seribu Pulau Tropica.

"Di sini kami meluruskan berita yang ada di daerah maupun di nasional, sset yang disita oleh negara tidak masuk lokasi atau area lapangan golf. Sebab kami tidak melakukan pembangunan golf atau fasilitas lainnya di dekat tanah itu. Sekarang final  sudah selesai 18 hole beroperasional di lokasi yang memang diperuntukkan untuk bermain golf," ujar Rina kepada posbelitung.co, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: VIDEO Lahan Milik Heru Hidayat Tersangka Korupsi PT Asabri di Desa Keciput, Belitung

Baca juga: Aset Milik Heru Hidayat Tersangka Korupsi PT Asabri Di Belitung Berupa Lahan dan Lapangan Golf

Baca juga: Kejagung Sita Delapan Aset Tanah Tersangka Korupsi PT Asabri Heru Hidayat di Belitung

Menurutnya Black Rock dibangun di atas lahan PT Ranati yang memiliki luas 273 hektar dan 73 hektar lapangan golf.

Lalu 1,6 hektar dijual kepada PT Seribu Pulau Tropika yang diduga milik Heru Hidayat tersangka korupsi PT Asabri.

"Jadi lahan tersebut (yang disita) hanya sebagian kecil dari keseluruhan lahan kawasan Ranati," ungkapnya.

Rina menambahkan, dengan adanya pemberitaan di media mengenai hal ini membuat para pecinta golf di Indonesia bertanya-tanya. Apakah golf di Black Rock tutup atau masih beroperasi.

"Kita menjawab ke mereka, kasus PT Asabri tidak ada kaitannya dengan golf. Ya, akhirnya mereka tahu dan tidak menyurutkan orang luar Belitung untuk bermain golf," katanya. (posbelitung.co /dede s)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved