Breaking News:

Berita Belitung

Harga Lada Turun Lagi Sekarang Rp 72.000 Per Kilogram, Petani Belum Rasakan Manfaat Resi Gudang

Hery, petani lada asal Desa Batu buding Kecamatan Badau, menilai harga lada saat ini bila dibandikan dengan harga lima tahun lalu.

Penulis: Suharli | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Suharli
Petani lada di Desa Aik Batu Buding, Kecamatan Badau, Belitung sedang memanen lada. Minggu (30/5/2021) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Hery, petani lada asal Desa Batu buding Kecamatan Badau, menilai harga lada saat ini bila dibandikan dengan harga lima tahun lalu belum ada apa-apanya.

Diakuinya pada tahun 2015  pernah menjual 100 kilogram lada putih  dengan harga jual saat itu Rp 170.000 perkilogram pada saat itu sudah bisa membeli satu unit sepeda motor.

Kendati harga lada saat ini bertengger di harga Rp 72.000 per kilogram, dia masih menaruh harapan harga lada akan tetap naik kedepannya.

"Karena lada ini pasaran dunia, saya tetap berharap lada ini tetap bisa naik," ungkap Hery saat ditemui Posbelitung.co, di kebun ladanya. Minggu (30/5/2021).

Ia mulai menanam lada sudah sejak 2013 lalu, selama tiga tahap dengan jumlah total 2.000 batang, tetapi banyak yang terserang penyakit kuning, 

Sedangkan tanaman lada miliknya saat ini tersisa hanya 15 persen saja.

Menurutnya,  harga lada putih  dulu sempat diangka Rp 50.000 perkilogram sehingga banyak petani yang enggan menanam karena karena proses perawatan hingga panen membutuhkan biaya yang tidak sedikit

"Kalau harga seandainya stabil diharga Rp 80.000 perkilogram saja, tentunya petani akan bertahan," ujarnya.

Disinggung berkenaan dengan program resi gudang, dia mengatakan belum merasakan manfaatnya.

Penjualan lada menurutnya saat ini masih mengandalkan pengepul lokal.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved