Breaking News:

Arab Saudi Batasi Penggunaan Pengeras Suara Masjid Gegara Mengganggu Masyarakat Tidur

Namun langkah di negara Muslim konservatif itu memicu kritikan dan penentangan di media sosial.

Editor: Hendra
Foto: ArabNews
Jamaah melaksanakan rangkaian ibadah umrah seperti pelaksanaan tawaf di Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Oktober 2020 

POSBELITUNG.CO, MEKKAH--  Kementerian Urusan Islam pemerintah Kerajaan Arab Saudi membatasi penggunaan pengeras suara di masjid.

Penggunaan pengeras suara hanya diperbolehkan saat azan dan ikamah saja.

Sedangkan untuk shalat berjamaah dan khotbah tak lagi diperbolehkan.

Tak hanya penggunannya yang dibatasi, volume pengeras suaranya juga ikut dibatasi.

Volume yang diperbolehkan hanya sepertiga dari volume maksimum alat pengeras suara.

Menteri Urusan Islam Abdullatif al-Sheikh mengatakan langkah itu sebagai respons atas keluhan dari masyarakat.

Namun langkah di negara Muslim konservatif itu memicu kritikan dan penentangan di media sosial.

Sheikh mengatakan keluhan termasuk dari orang tua yang mengatakan pengeras suara mengganggu tidur anak-anak mereka.

Berbicara dalam video yang ditayangkan televisi negara, Sheikh mengatakan mereka yang ingin salat tidak perlu menunggu panggilan Imam untuk salat.

Dia menyebut orang-orang yang telah mengkritik langkah tersebut sebagai "musuh kerajaan" dan mengklaim mereka "ingin membangkitkan opini publik".(BBC)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Arab Saudi Tetap Pertahankan Kebijakan Pembatasan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved