Breaking News:

Berita Belitung

Kemenkeu Alokasikan Dana PEN 2021 Rp 699,43 Triliun, KPPN Tanjungpandan Turut Kawal Bersama DPD RI

Pemerintah melalui PMK 104/PMK.05/2020  telah mengatur tentang penempatan dana dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Dok/KPPN Tanjungpandan
FGD pengawasan atas pelaksanaan penyaluran dana PEN pada sektor perbankan di daerah Provinsi Babel yang dilaksanakan di Belitung pada Senin (31/5/2021) lalu. 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Pemerintah melalui PMK 104/PMK.05/2020  telah mengatur tentang penempatan dana dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Dalam rangka monitoring, pengawasan dan mengoptimalan program penempatan dana tersebut, Komite IV DPD RI mengadakan focus group discussion (FGD) pengawasan atas pelaksanaan penyaluran dana PEN pada sektor perbankan di daerah Provinsi Babel yang dilaksanakan di Belitung pada Senin (31/05/2021) lalu di BW Suite Hotel, Belitung.

Kepala KPPN Tanjungpandan Yessy Silvia Maharini menjadi salah satu narasumber, bersama Kepala Perwakilan OJK Sumsel Babel, Wakil Rektor II UBB dipandu moderator Direktur Akademi Manajemen Belitung.

Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengeluarkan kebijakan extraordinary untuk memitigasi dampak covid-19 dan perlambatan ekonomi.

"Kementerian Keuangan mengalokasikan dana PEN 2021 sebesar Rp 699,43 triliun. Dana tersebut meningkat dari alokasi sebelumnya yang sebesar Rp 695,2 triliun atau meningkat 21 persen dari realisasi anggaran PEN 2020," ungkap Yessy melalui siaran rilis KPPN Tanjungpandan, Rabu (2/6/2021).

Adapun capaian yang telah dilakukan di tahun 2020 adalah mengatasi penyebaran covid-19, melindungi daya beli masyarakat miskin dan rentan, menjaga keberlangsungan dunia usia termasuk UMKM.

Selain itu, pemerintah juga melakukan kebijakan penempatan dana dalam rangka pelaksanaan program PEN kepada Bank Umum Mitra.

Tujuannya untuk menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada debitur dalam rangka mendukung dan mengembangkan ekosistem usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan koperasi serta mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Terdapat 22 BPD yang mendapatkan penempatan dana tersebut dengan total penempatan 16,25 triliun, diantaranya kepada Bank Sumsel Babel, yang menerima penempatan dana sebesar 400 miliar dengan tingkat leverage sebesar dua kali," jelasnya.

Penempatan dana tersebut disalurkan kepada debitur segmen korporasi, retail, konsumsi (KPR) maupun konsumsi (non KPR).

"Melalui program penempatan dana tersebut diharapkan aktivitas sosial ekonomi terus berangsur pulih, dan menjadi multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumsel Babel secara khusus dan mempercepat program pemulihan ekonomi secara nasional," kata Yessy. (Posbelitung.co/Rilis/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved