Breaking News:

Berita Belitung

Peta Tematik Jadi Modal Awal Ciptakan Percaya Diri Bagi Pengelola Geosite    

Wakil Bupati (Wabup) Belitung, Isyak Meirobie mengatakan, Peta Tematik  menjadi modal awal menciptakan rasa percaya diri dan kepastian hukum bagi

Penulis: Suharli | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Wakil Bupati (Wabup) Belitung, Isyak Meirobie. (Posbelitung/Suharli) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Wakil Bupati (Wabup) Belitung, Isyak Meirobie mengatakan, Peta Tematik  menjadi modal awal menciptakan rasa percaya diri dan kepastian hukum bagi kelompok masyarakat yang bergerak di bidang geosite-geosite dan kepariwisataan.

Hal itu ia tegaskan, usai mengikuti workshop hasil pemetaan tematik oleh Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanan Nasional (BPN) bertempat di Hotel BW Suite, Rabu (2/5/2021).

"Ini harta berharga, buat kita UNESCO Global Geopark yang diraih oleh Belitong  hanya modal dasar untuk membawa Belitung membuat masyarakatnya lebih eksis secara ekonomi,Lestari Secara alam," ujarnya kepada Posbelitung.co. Rabu (2/6/2021).

Menurutnya angkah awal  harus diteruskan dengan upaya yang lebih signifikan.

Dia berpendapat untuk membangun potensi yang lebih signifikan tersebut perlu pemetaan tematik yang lebih dispesifik.

"Jadi kita bisa melahirkan inovasi yang lebih variatif, dibutuhkan pemetaan pada kearifan lokal kebutuhan masyarakat kemudian spesifik lebih ke setiap desa kecenderungannya kemana arah patronnya," ujarnya.

Dalam hal ini, ia mengatakan ATR/BPN bekerja sangat cepat menyelesaikan peta tematik  sehingga tidak akan menyulitkan lagi ke depan untuk memastikan bahwa punya legalitas, punya sistematika kerja yang bagus.

"Jadi menciptakan rasa percaya diri dan kepastian hukum bagi kelompok masyarakat yang bergerak di bidang geosite-geosite dan kepariwisataan," katanya.

Sementara itu,  Camat Kelapa Kampit, Syahril yang juga menghadiri pembukaan workshop hasil pemetaan tematik mengaku saat dilakukan pemetaan memang sepenuhnya dilakukan oleh pihak ATR/BPN.

"Jadi kami hanya diundang berkenaan hasil, workshop yang tiga hari kedepan ini dibahas. Untuk di Kelapa Kampit kaitannya dengan geosite yakni open pit namsalu yang berada di kawasan hutan, selain itu juga ada IUP PT MCM itu mungkin disampaikan," ujarnya.

Menurutnya ini hanya bentuk awal yang menjadi kewenangan BPN, yang mana  berikutnya yang disampaikan kepihak pemeritah daerah, dan diteruskan kepada Kemetrian kehutanan.

Dalam sambutannya, Dirjen survei pemetaan pertanahan dan ruang BPN Pusat, Muhammad Adi Darmawan menyampaikan Program Peta Tematik Pertanahan dan Ruang (PTPR) ini bertujuan untuk mendukung pengembangan global geopark Belitong dan mempercepat reforma agreria.

"Diskusi yang akan kita selenggarakan ini diharapkan dapat merangkum apa-apa yang di sampaikan tadi untuk di jadikan data dan dapat di ajukan ke dirjen yang lain seperti dirjen tataruang, penataan dan agraria," ujarnya.

Menurutnya geosite yang ada di dua wilayah Balitung dan Belitung Timur dapat dipadukan serta dijadikan peta tematiknya, sehingga dapat keluar dari kawas dan dapat dikelola penuh oleh kelompok pariwisata. (Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved