Breaking News:

Berita Belitung

Kepala UPT KPHL Belantu Mendanau Belitung Mengaku Masih Temukan Pertambangan di Kawasan Hutan

Kepala UPT KPHL Belantu Mendanau Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung (Babel, Wilayah Kabupaten Belitung, Bambang Wijaya mengaku, masih menemukan

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Area pesisir pantai Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Belitung diduga menjadi area pertambangan ilegal pesisir pantai, Selasa (1/6/2021). (Posbelitung.co/Disa Aryandi) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kepala UPT KPHL Belantu Mendanau Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung (Babel, Wilayah Kabupaten Belitung, Bambang Wijaya mengaku, masih menemukan penambangan timah ilegal atau yang berada di kawasan hutan. 

Adanya penambangan timah ilegal itu, tentu membuat kerusakan lingkungan. Tidak dipungkiri, kerusakan lingkungan terjadi di Belitung, rata-rata adanya aktivitas tambang timah ilegal.

"Fakta dilapangan seperti itu. Kami temukan ketika patroli seperti itu, atau ada laporan dari masyarakat. Ada yang menggunakan Robin istilah nya, dengan sistem suntik, tapi kalau sudah 100 mesin di daerah itu, akan mengakibatkan kerusakan lingkungan luar biasa," kata Bambang Wijaya, Kamis (3/6/2021) ketika Talkshow pada dialog ruang kita Pos Belitung.

Namun, kata dia, apabila pertambangan itu berskala besar, diduga kuat ada keterlibatan pemodal besar dibelakang nya. 

"Kami ketika dilapangan menemukan perihal semacam itu, tapi siapa di pemilik modal nya, penambang tidak menyebutkan secara langsung nama nya. Tapi kami tidak memikirkan itu, terpenting kawasan hutan itu aman," ujarnya.

Selama ini, kata dia, untuk menjaga kawasan hutan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan, petugas selalu melakukan patroli secara rutin setiap pekan.

Selama patroli itu, apa saja yang ditemukan selalu dikomunikasikan dengan Kepala Desa setempat. Sehingga Pemerintah Desa mengetahui apa yang terjadi di wilayah tersebut dan, status dari area itu.

"Tentu nya ketika pertama kami temukan, kami selalu melakukan tindakan persuasif, kami bawa ke kantor dan kami minta mereka membuat surat pernyataan. Tetapi apabila mereka tetap menambang ditempat terlarang, maka kami tetap akan menempuh jalur hukum," jelasnya.

Ia mengatakan, selama melakukan aktivitas patroli dan menemukan ada penambangan timah ilegal, sangat jarang ditemukan ada penambang yang melawan petugas.

"Itu jarang terjadi, kalau kami mau ke lokasi tapi sudah bocor, itu beberapa kali, tau - tau sudah tidak ada orang lagi, hanya mesin saja. Ya ujung - ujung nya kami dibenturkan dengan masyarakat," bebernya.

Petugas kehutanan, lanjut dia, apabila melakukan patroli, sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Seperti memberikan pemahaman tentang fungsi hutan.

"Agar nanti mereka bisa paham, dan menjaga hutan. Termasuk kami juga melakukan pencegahan kerusakan lingkungan, dengan memasang spanduk, memasang plang pada kawasan hutan, agar masyarakat tau bahwa area itu kawasan hutan," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved