Breaking News:

DLH Belitung dan UPT KPHL Belantu Mendanau Minta Warga Agar Tanam Satu Pohon Satu Rumah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Edi Usdianto (Edu) meminta dan mengajak masyarakat, agar peduli terhadap lingkungan

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Fery Laskari
Posbelitung/Disa Aryandi
Edi Usdianto 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung, meminta kepada masyarakat agar peduli terhadap lingkungan. Lantaran pada, Jumat (4/6/2021) memperingati hari lingkungan hidup se-Dunia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Edi Usdianto (Edu) meminta dan mengajak masyarakat, agar peduli terhadap lingkungan. Kepedulian tersebut, disarankan oleh nya, perlu di awali dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Misal, seperti menanam satu pohon pada satu rumah, itu sudah bagian kepedulian. Ya kami berharap kepada masyarakat Belitung agar menjaga lingkungan, kalau bisa ada gerakan bersama menanam satu rumah satu pohon," kata Edi Usdianto pada dialog ruang kita Pos Belitung, Kamis (3/6/2021).

Kepada penambangan timah ilegal, ia mengingatkan agar tidak menambang timah di kawasan terlarang. Apabila ingin melakukan penambangan timah, dipersilahkan, namun sesuai prosedur.

"Jangan lah menambang pada kawasan - kawasan terlarang, kalau menambang silahkan masuk ke dalam kawasan yang legal, seperti IUP PT Timah atau pertambangan rakyat. Karena kalau berada dikawasan tersebut ada tanggung jawab nya," ujarnya.

Senanda, Kepala UPT KPHL Belantu Mendanau Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung wilayah Kabupaten Belitung Bambang Wijaya mengajak agar masyarakat, peduli terhadap lingkungan.

Paling tidak diawali dengan menanam pohon pada pekarangan rumah. Itu pula bagian dari, restorasi lingkungan, lantaran kerusakan lingkungan di Belitung cukup banyak.

"Kami ingin mendorong itu kepada masyarakat, dan kami harap masyarakat peduli akan lingkungan ini. Tidak ada rugi nya menanam pohon. Kalau perlu bibit kami punya, dan itu gratis," kata Bambang.

Ia mengajak masyarakat, agar bersama - sama menjaga hutan. Apalagi Belitung sekarang ini sudah menjadi Unesco Global Geopark (UGG), dan Belitung adalah daerah wisata.

"Mari kita bersama-sama menjaga hutan kita, karena hutan kita, bisa menjadi tempat wisata," jelasnya.

Kepada penambangan timah ilegal, ia meminta, agar tidak menambang di sembarang tempat. Ia tidak menghalangi masyarakat penambang untuk menambang, lantaran kebutuhan ekonomi.

"Yang terpenting ada izin penambangan, karena setelah izin itu terbit ada tanggung jawab yang harus dijalankan. Pertambangan ini berdampak luar biasa, dan ada hukum disitu apabila ilegal. Jadi ada prosedur yang harus di lewati," jelasnya.

Selama ini, lanjut Bambang, UPT KPHL sudah melakukan berbagai pemulihan lingkungan, setelah terjadi kerusakan lingkungan.

"Kami kemarin sudah menanam jambu mente di lahan 200 hektar. Sekarang sudah tumbuh besar, dan tentunya penanaman itu dengan perlakukan. Nah jambu mente ini bisa dimanfaatkan. Kemudian nanti akan ada gerakan lainnya, untuk pemulihan lingkungan," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved