Breaking News:

Berita Belitung

Belum Ada Jemaah Calhaj Belitung Tarik Dana Setoran Lunas Haji Pascapembatalan Ibadah Haji 2021

Kementerian Agama membuka kesempatan bagi jemaah calon haji (calhaj) mengajukan pengembalian setoran lunas atau biaya penyelenggaraan ibadah haji.

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Eltjandring
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Belitung, Suyanto 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pascapembatalan pemberangkatan haji 2021, Kementerian Agama membuka kesempatan bagi jemaah calon haji (calhaj) mengajukan pengembalian setoran lunas atau biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih). Meski begitu, belum ada jemaah calhaj Belitung yang menarik dana Bipih.

"Kami akan memanggil jemaah calhaj buat sosialisasi terkait keputusan Menteri Agama nomor 660 tahun 2021 tentang pembatalan pemberangkatan haji," kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Belitung Suyanto, Selasa (8/6/2021).

"Nanti akan kami jelaskan kepada jemaah calhaj, juga kami akan membuat brosur terkait prosedur permohonan penarikan Bipih," imbuhnya.

Ia menjelaskan, 169 jemaah calhaj yang keberangkatannya ditunda ini akan menerima sosialisasi paling lambat pekan depan.

Terkait pengajuan pengembalian dana Bipih, nantinya para jemaah boleh memilih menarik dana tersebut atau tidak. Dana sekitar Rp7,8 juta yang sebelumnya disetorkan bisa ditarik dengan mengajukan surat permohonan beserta KTP, buku rekening haji, dan menyerahkan nomor hp.

Selanjutnya Kemenag akan memverifikasi pengajian berkas, lalu pengajuan penarikan BIPIH ke Kemenag pusat. Jika selesai, maka uang akan langsung masuk ke rekening jemaah calhaj. Butuh waktu paling lambat sembilan hari kerja memproses pengembalian dana tersebut.

"Kalau mengambil biaya pelunasan, tahun depan bayar lagi, kuota hajinya tetap. Tapi kalau tidak mengambil biaya pelunasan, lalu 2022 ada selisih mungkin ada kenaikan, nanti bayar selisihnya saja, nanti ada regulasi terbaru. Kalau turun, nanti biayanya dikembalikan kepada jemaah," jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa jemaah tidak perlu khawatir karena dana haji aman. Pengelolaan dana haji dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang merupakan lembaga independen, bukan di bawah Kementerian Agama. Karena Kemenag bertanggung jawab melaksanakan operasional haji.

Pembatalan keberangkatan haji 2021 membuat daftar tunggu haji semakin panjang yakni mencapai 23 tahun. Bagi jemaah yang keberangkatannya kembali tertunda di 2021 ini, ia berpesan agar tetap ikhlas dan bersabar.

"Mungkin pemerintah inilah yang terbaik dengan pertimbangan yang matang dari segi kesehatan, keselamatan, dan keamanan. Mungkin ibarat manajemen risiko, inilah yang terbaik karena sampai sekarang pemerintah Arab Saudi belum memberikan petunjuk operasional pelaksanaan haji dalam masa pandemi," tuturnya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved