Breaking News:

Berita Belitung

Empat Calhaj Belitung Meninggal Dalam Dua Tahun Tunggu Keberangkatan Haji

Empat jemaah calon haji (calhaj) Belitung yang direncanakan berangkat haji 2020 meninggal dunia.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Belitung, Suyanto 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Empat jemaah calon haji (calhaj) Belitung yang direncanakan berangkat haji 2020 meninggal dunia.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Belitung Suyanto mengatakan, menurut regulasi terbaru bagi mereka yakni bisa melakukan pelimpahan nomor kursi.

"Jemaah calhaj 2020 meninggal maka bisa digantikan oleh suami/istri, anak, atau saudara kandung, tapi tidak boleh cucu," katanya, Selasa (8/6/2021).

Dari empat orang yang telah meninggal, tiga di antaranya sudah selesai mengurus pelimpahan nomor kursi. Tinggal satu lagi yang sedang memproses pelimpahan tersebut.

Setelah dua kali penundaan pemberangkatan haji, berimbas pula terhadap daftar tunggu. Kini daftar tunggu haji di Belitung mencapai 23 tahun.

Kementerian Agama juga membuka kesempatan bagi jemaah calhaj mengajukan pengembalian setoran lunas atau biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih).

Meski begitu, belum ada jemaah calhaj Belitung yang menarik dana Bipih.

"Kami akan memanggil jemaah calhaj buat sosialisasi terkait keputusan Menteri Agama nomor 660 tahun 2021 tentang pembatalan pemberangkatan haji," kata Suyanto.

"Nanti akan kami jelaskan kepada jemaah calhaj, juga kami akan membuat brosur terkait prosedur permohonan penarikan Bipih," imbuhnya.

Ia menjelaskan, 169 jemaah calhaj yang keberangkatannya ditunda ini akan menerima sosialisasi paling lambat pekan depan.

Halaman
12
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Eltjandring
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved