Breaking News:

KPK Jadi Contoh Buruk, Tak Hadiri Panggilan Komnas HAM, MAKI: Telah Menghina Sistem Ketatanegaraan

KPK telah menerima surat pemanggilan dari Komnas HAM yang ditujukan kepada pimpinan lembaga antirasuah pada Rabu 2 Juni 2021 tapi Firli CS tak datang

Editor: Hendra
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi 2019-2023, Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, dan Nurul Ghufron. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA -  Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hadir memenuhi panggilan Komnas HAM, pada Selasa (8/6/2021).

Pemanggilan tersebut terkait dugaan pelanggan hak azasi manusia dalam tes wawasan kebangsan (TWK) pegawai KPK.

Ketidakhadiran pimpinan KPK ini dinilai oleh Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman sebagai bentuk arogansi KPK.

Bahkan Boyamin Saiman menilai para pimpinan KPK ini telah menghina terhadap sistem ketatanegaraan.

Ia bahkan menyebut KPK sebagai lembaga negara telah memberikan contoh yang buruk kepada publik.

"Ini betul-betul bentuk arogansi dan penghinaan terhadap sistem ketatanegaraan kita, dan KPK ini memberikan contoh yang buruk," kata Boyamin melalui keterangannya, Selasa (8/6/2021).

KPK telah menerima surat pemanggilan dari Komnas HAM yang ditujukan kepada pimpinan lembaga antirasuah pada Rabu 2 Juni 2021. 

Namun, Firli Bahuri cs tidak menghadiri pemanggilan tersebut. 

Pihak KPK justru menyurati Komnas HAM guna meminta penjelasan ihwal hak asasi yang dilanggar dalam TWK pada Senin (7/6/2021).

Menurut Boyamin, permintaan penjelasan itu berpotensi menjadi bumerang terhadap KPK

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved