Eksklusif Game Online

Masif Game Online, Analis Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinsos PPA Belitung: Ajari Konsekuensi

Makanya orang tua harus punya kontrol yang disebut disiplin positif. Penerapan disiplin ini mendorong kemandirian anak.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Jaryanto
POS BELITUNG/JARIYANTO
Remaja usia pelajar asyik bermain gim Mobile Legends (ML) dari gawai masing-masing, Senin (6/7/2021). Mereka membentuk tim atau kelompok dalam permainan daring bergenre batlle royale ini. 

Ajari Konsekuensi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Di era digital, orang tua harus memahami bahwa era sekarang berbeda dengan dahulu.

Kini teknologi tidak terhindarkan, bahkan menjadi kebutuhan terutama bagi anak-anak generasi alfa.

Begitulah yang disampaikan Analis Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan, dan Anak Kabupaten Belitung Nina Kreasi.

Baca juga: Bocah Top Up Game hingga Ratusan Ribu, Begini Orang Tua Menyikapi Maraknya Game Online

Meski begitu, orang tua perlu menyikapi agar teknologi dan game online yang digemari anak tidak berlebihan.

Makanya orang tua harus punya kontrol yang disebut disiplin positif. Penerapan disiplin ini mendorong kemandirian anak.

" Anak perlu diajarkan bahwa ada konsekuensi. Mereka perlu disediakan waktu bermain gim dalam waktu yang disepakati dengan orang tua," kata Nina kepada posbelitung.co, Senin (7/6/2021).

Pemberian gawai atau gadget pada anak sebaiknya dilihat berdasarkan usia perkembangan. Bagi anak yang berusia di bawah tiga tahun sebaiknya belum terpapar gawai.

Baca juga: Bocah Top Up Game hingga Ratusan Ribu

Anak sebaiknya diperkenalkan pada gawai pada saat bisa berbicara dan mengungkapkan pikiran.

Karena ada penelitian yang mengindikasikan bahwa anak terlambat berbicara karena terpapar gadget sehingga ada kebingungan dalam mengolah informasi.

Nina juga menyebut, jika anak sudah menggunakan gawai baik untuk menonton atau bermain gim agar orang tua dapat memastikan anak mengakses konten yang layak anak. Sekarang ada aplikasi edukasi yang sesuai usia, namun tetap perlu pendampingan.

Orang tua harus lebih pandai dari anak dalam menggunakan gadget. Bahkan bagi anak di bawah umur 18 tahun sebenarnya tidak apa-apa tanpa privasi sehingga orang tua bisa mengakses gawai anak sebagai bentuk kontrol.

Pada kasus kebanyakan bermain game online juga disebabkan orang tua yang sibuk sehingga anak mencari kesibukan sendiri.

Akibatnya anak kebanyakan bermain gim hingga menggunakan kuota internet tidak semestinya.

"Bisa menyebabkan perilaku berlebihan, maka anak-anak harus memahami semua ada konsekuensi, ada reward dan hukuman. Kalau sudah berlebihan waktu ada konsekuensi," ujarnya.

"Maka kembali lagi bagaimana komunikasi antara orang tua dan anak. Kesepakatan antar- orang tua, ayah dan ibu juga perlu dibangun dalam mengasuh anak agar tidak membuat anak kebingungan dengan aturan yang berbeda," tuturnya. (posbelitung.co/adelina nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved