Breaking News:

Kelompok LGBTQ Jepang Minta Diakui, Tuntut Janji Pemerintah dan Sahkan RUU Anti-Diskriminasi

Banyak pasangan sesama jenis di Jepang mengatakan mereka harus berjuang untuk menyewa apartemen bersama dan bahkan dilarang mengunjungi rumah sakit

Editor: Hendra
AFP/Philip FONG
Kelompok LQBTQ saat menyampaikan aspirasi menuntut persamaan hak dan tak didiskriminasi. 

POSBELITUNG.CO, -- Kelompok hak lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) Jepang menuntut janji pemerintah.

Direktur (LGBTQ) Yuri Igarashi mengatakan mereka hanya ingin pemerintah Jepang memenuhi janjinya kepada rakyat Jepang, Rabu (9/6/2021).

Igarashi mengatakan, saat ini masih ada waktu untuk undang-undang yang diusulkan untuk disahkan sebelum sesi parlemen berakhir minggu depan.

"Kami ingin mereka memenuhi janji mereka kepada rakyat negara ini," kata Igarashi, mengutip janji Pemilu 2019 oleh Partai Demokrat Liberal (LDP) untuk mempromosikan pemahaman tentang masalah LGBTQ.

Di PBB, tambah Igarashi, Jepang telah mendukung resolusi anti-diskriminasi,

sementara Perdana Menteri Yoshihide Suga baru-baru ini berbicara menentang prasangka dan diskriminasi.

Baca Berita Lainnya:

Insiden Memalukan Presiden Perancis, Ditampar Warga saat Bersalaman, Pernah Menghina Umat Islam

Hal ini merupakan titik balik yang sebenarnya, kata Igarashi sebagaimana diwartakan Channel News Asia.

"Kami percaya ini adalah titik balik yang sebenarnya, dan saya ingin benar-benar menekankan pentingnya menetapkan undang-undang baru dalam sesi parlemen saat ini," ucap Igarashi.

Diketahui, Jepang telah melihat dukungan baru untuk undang-undang yang melindungi hak-hak minoritas seksual.

Jejak pendapat menunjukkan banyaknya dukungan yang berkembang untuk undang-undang ramah LGBTQ, terutama di kalangan pemuda.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved