Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Tetap Prioritaskan Penanganan Banjir

Banjir di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, jadi masalah yang harus mendapat penanganan.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/deddy marjaya
Sejumlah kendaraan yang akan melintas di Jalan Kenangan Pangkalpinang memutar haluan karena akses jalan ditutup warga akibat kawasan tesebut tergenang air Jumat (8/5/2020). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Banjir di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, jadi masalah yang harus mendapat penanganan.

Masalah banjir itu jadi perhatian Pemkot Pangkalpinang.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) kota Pangkalpinang, M. Belly Jawari, menyebutkan program pengendalian banjir di Kota Pangkalpinang tetap menjadi program prioritas utama Pemerintah Kota Pangkalpinang di tahun 2021 meski sudah dilakukan refocusing.

Kata Belly, bahkan anggaran penanganan banjir sama sekali tak dilakukan refocusing sehingga penanganan tetap bisa berjalan baik.

"Program pengendalian banjir tetap menjadi prioritas utama pemerintah kota Pangkalpinang, setelah kita lakukan refocusing di beberapa OPD juga untuk penanganan banjir tidak sama sekali kita ganggu. Untuk Dinas PU itu pemangkasannya di bidang lain jadi untuk banjir masih tetap," kata Belly kepada Bangkapos.com, Senin (5/4/2021).

Belly menyebutkan, untuk penanganan banjir sendiri dianggarkan kurang lebih Rp30 miliar di tahun 2021.

Tak hanya banjir saja tapi fokus pembangunan pemerintah kota Pangkalpinang di tahun 2021 dari segi infrastruktur, kata Belly pada pembangunan jalan new port pengembangan pelabuhan Pangkal balam, penataan pedestrian alun-alun taman merdeka, pembangunan jembatan Sungaisalim, hingga pembangunan ruko untuk UMKM tetap menjadi prioritas.

Belly mengatakan tema pembangunan pemerintah kota tahun 2021 yaitu percepatan pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur berbasis ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan pelayanan dasar.

"Fokus utama kita melakukan refocusing adalah penanganan di tingkat kesehatan, di luar program-program lainnya yang besifat rutinitas akan tetap kita laksanakan. Seperti bantuan untuk UMKM dari segi ekonomi dan hal-hal lainnya," sebut Belly.

Menurutnya, belanja-belanaja yang bersifat aparatur dan perjalanan dinas, hingga kegiatan-kegiatan yang bersifat sosialisasi sudah banyak dikurangi.

"Karena fokus kita pada rofocusing itu pada kegiatan yang kurang bersentuhan dengan publik. Jadi kegiatan yang sifatnya belanja aparatur kita lakukan refocusing. Kegiatan yang rapat-rapat, sosialisasi, Bimtek itu hampir 90 persen kita lakukan refocusing," bebernya.

Dengan demikian, anggaran terbatas Belly menuturkan pihkanya sudah menyiapakan beberapa starategi agar belanja lebih efektif dan efisien yang memang sesuai dengan kebutuhan.

"Jadi masing-masing OPD kan memiliki rencana belanja dan program kegiatan yang akan dilaksankan ditahun 2021, tapi mau tidak mau dengan adanya refocusing ini yang kita fokuskan pada penanganan kesehatan setiap OPD harus lebih efisien menggunakan anggaran," tuturnya.

"Walaupun dengan jumlah anggaran yang terbatas tapi paling tidak target setiap OPD ditahun 2021 ini tetap tercapai, kita harus tetap optimis semua akan tetap bisa dilaksanakan meskipun anggaran terbatas," tambahnya.  (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved