Breaking News:

Polisi Amankan Toni dan Andri Terkait Dugaan Kasus Pencurian Belasan Ponsel

Dua pemuda di Belitung Timur Curi Belasan Ponsel untuk bersenang senang. Akibat ulahnya, ia harus diamankan polisi.

ist / Satreskrim Polres Beltim
TERSANGKA : Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Deddy Nuary bersama Tim Panah Satreskrim bersama dua pelaku pencurian ponsel yang diamankan, Rabu (9/6/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tim Panah Sat Reskrim Polres Belitung Timur mengamankan enam pemuda karena diduga terlibat dalam aksi pencurian.

Keenam pelaku tersebut diduga mencuri 13 ponsel dari beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kepada posbelitung.co, Rabu (9/6/2021), Kasat Reskrim Polres Belitung Timur AKP Deddy Nuary didampingi Kanit Pidum Reskrim Polres Beltim Ipda Dedy Irmawan mengatakan, dari enam orang ini hanya dua yang ditahan, sementara empat lainnya masihberstatus sebagai saksi.

Dua yang diamankan ini adalah Toni (31) warga Desa Lalang dan Andri (19) warga Desa Baru.

AKP Deddy mengungkapkan, Tim Panah mendapat laporan dari warga bernama Nining Lestari bahwa dirinya dua kali kehilangan ponsel, yaitu pada 8 Mei dan 30 Mei 2021 lalu.

Dari laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan hingga didapat informasi bahwa ponsel milik Nining sudah dijual kepada seseorang.

"Senin (7/6/2021) malam kemarin kami berhasil menangkap Toni. Kemudian setelah melakukan introgasi dia mengaku telah mencuri 13 HP. Dari pemeriksaan itu juga didapatkan bahwa dia tidak sendiri, jadi kami melakukan pengembangan," kata AKP Deddy.

Dari hasil pengembangan, didapatkan empat nama baru yang diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan pemberatan ini. Namun keempatnya masih berstatus sebagai saksi.

AKP Deddy mengungkapkan dari hasil pemeriksaan motif mereka mencuri ponsel adalah untuk bersenang-senang. Karena dua orang yang ditahan diketahui sudah bekerja di sebuah tempat pencucian motor.

"Barang bukti yaitu 13 ponsel, sejumlah uang tunai dan beberapa jam tangan sudah disita. Dua pelaku juga sudah diamankan di Polres Belitung Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ada kemungkinan saksi berubah menjadi tersangka jika memang bukti cukup," imbuh Deddy.

Atas perbuatannya, Toni dan Andri terancam dijebloskan ke penjara maksimal selama tujuh tahun karena melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Kasat Reskrim mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu hati-hati dan waspada saat berada di dalam rumah.

"Jangan biarkan rumah tidak terkunci. Amankan barang-barang berharga di tempat yang mudah terjangkau orang," pesan AKP Deddy. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Ibnu Taufik Juwariyanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved