Breaking News:

Berita Belitung Timur

Kejari Belitung Timur Gunakan Restorative Justice Penyelesaian Perkara Konflik Tetangga di Gantung

Kejaksaan Negeri Belitung Timur memutuskan menyelesaikan perkara konflik tetangga yang terjadi di Gantung, Belitung Timur.

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Ist/Pidum Kejari Beltim
Suasana ekspose sidang secara virtual, Kamis (10/6/2021) di mana Kejaksaan Negeri Belitung Timur memutuskan menyelesaikan perkara konflik tetangga yang terjadi di Gantung, Belitung Timur beberapa waktu lalu dengan sistem restorative justice alias keadilan restoratif. 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Kejaksaan Negeri Belitung Timur memutuskan menyelesaikan perkara konflik tetangga yang terjadi di Gantung, Belitung Timur beberapa waktu lalu dengan sistem restorative justice alias keadilan restoratif.

Penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice tersebut dalam perkara atas nama Leo Febriansyah yang diduga melanggar pasal 335 ayat 1 butir ke-1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Kepada Posbelitung.co, Kamis (10/06/2021), Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Beltim Riki Apriansyah mengatakan penyelesaian perkara dengan sistem keadilan restoratif ini sesuai perintah Jaksa Agung yang tertuang dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Alasan perkara ini dilakukan restorative justice adalah ingin menghadirkan keadilan yang seadil-adilnya atas dasar persetujuan damai antara terdakwa dan korban serta pihak lain yang terkait yang bertujuan bersama-sama mencari penyelesaian damai. Pertimbangan lainnya pelaku baru pertama kali melakukan tindak pidana,” kata Riki didampingi JPU Muhammad Agus Syahfitri.

Selain upaya perdamaian, Riki menyebutkan tentunya ada syarat yang wajib dipenuhi dalam penghentian penuntutan perkara berdasarkan sistem ini.

Beberapa di antaranya adalah bukan merupakan residivis, ancaman hukuman atas perkara yang akan dilakukan restorative justice tidak lebih dari lima tahun, dan kerugian terhadap korban tidak lebih dari Rp 2,5 juta.

"Setelah dilakukan upaya perdamaian, kami memohon petunjuk dan arahan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Agung RI dengan melakukan ekspose secara virtual pada hari ini," kata Riki.

Foto bersama usai ekspose sidang secara virtual, Kamis (10/6/2021) di mana Kejaksaan Negeri Belitung Timur memutuskan menyelesaikan perkara konflik tetangga yang terjadi di Gantung, Belitung Timur beberapa waktu lalu dengan sistem restorative justice alias keadilan restoratif.
Foto bersama usai ekspose sidang secara virtual, Kamis (10/6/2021) di mana Kejaksaan Negeri Belitung Timur memutuskan menyelesaikan perkara konflik tetangga yang terjadi di Gantung, Belitung Timur beberapa waktu lalu dengan sistem restorative justice alias keadilan restoratif. (Ist/Pidum Kejari Beltim)

Riki mengatakan hasilnya hari ini juga Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung sudah mengirimkan surat kepada pihaknya tentang persetujuan untuk dihentikan penuntutan terhadap perkara dimaksud.

Selanjutnya dia akan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan yang ditandatangani oleh Plh. Kajari yaitu. Agus.

"Saat ini terdakwa sudah dikeluarkan dari tahanan. Kami berharap terdakwa tidak akan mengulangi perbuatannya dalam bentuk apapun yang melanggar hukum dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi," harap Riki.

Kasus ini bermula ketika terjadi keributan antara tersangka dan istrinya beberapa waktu lalu di Kecamatan Gantung, Belitung Timur.

Kemudian korban selaku tetangga datang ke rumah korban untuk mencoba melerai keributan antara tersangka dan istrinya.

Namun saat korban datang, tersangka yang dalam keadaaan emosi malah mengancam dan mengejar korban dengan pisau dan mengatakan jangan urusi rumah tangganya.

"Karena itu korban melapor dan akhirnya tersangka ditangkap polisi," kata Riki.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved