Breaking News:

Berita Belitung Timur

Kelompok Petani 'Sulap' Lahan Kritis jadi Sawah Apung, Bupati Belitung Timur Ingin Petani Mencontoh

Kelompok Petani Suka Maju Desa Jangkang, Dendang memanfaatkan lahan kritis di desanya untuk ditanami sawah dengan sistem apung.

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Bupati Burhanudin dan Juli saat memanen padi di sawah apung yang jadi pilot project di Desa Jangkang, Dendang, Jumat (11/6/2021). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Kelompok Petani Suka Maju Desa Jangkang, Dendang memanfaatkan lahan kritis di desanya untuk ditanami sawah dengan sistem apung.

Hal ini mendapat perhatian dari Bupati Belitung Timur Burhanudin yang berkunjung ke lokasi sawah apung, Jumat (11/6/2021).

Didampingi General Manager PT ANJ Juli Wankara Purba, Burhanudin mengapresiasi pemberdayaan lahan kritis ini sebagai upaya menumbuhkan rasa optimis masyarakat untuk bertani di lahan yang sukar ditanami.

"Kita sudah buktikan hari ini, padi bisa tumbuh di lahan yang sulit ditanami. Tak hanya padi tapi juga edamame, komoditas yang punya nilai ekonomis tinggi bisa tumbuh baik. Pemda mengucapkan terima kasih atas binaan dan kolaborasi petani dengan PT ANJ sehingga bisa menciptakan inovasi ini," kata Burhanudin.

Ke depan dia ingin para petani di Belitung Timur bisa juga mencontoh sistem ini jika lahan mereka tidak punya struktur bagus.

Dia juga mengatakan, ke depan bakal menjalin kerjasama dengan PT ANJ untuk mengasistensi pengembangan sistem tanam apung ini di lahan pertanian lainnya di Belitung Timur.

"Kita menuju kemandirian pangan dan ini satu jalan menuju tujuan tersebut. Semoga dengan terus dikembangkan bisa membuat ketahanan pangan kita semakin kuat," harap Burhanudin.

Sementara itu, General Manager PT ANJ Juli Wankara Purba mengatakan terdorong membantu petani lokal untuk memperbaiki kultur teknis khusus di lahan kritis karena melihat di wilayah tersebut punya potensi lahan 300 hektar yang bisa dijadikan sawah apung.

"Jika tiap hektar bisa menghasilkan tujuh ton dikali 300 sudah berapa jumlahnya. Kebutuhan di perusahaan kami 70 ton per bulan, jika ini berhasil kami tentu akan menghentikan pasokan dari supplier beralih ke sini," kata Juli.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada dua desa yang mereka asistensi membuat pilot project sawah apung ini yaitu Desa Balok dan Desa Jangkang.

Juli menyebutkan, mereka baru memanfaatkan lahan kritis sekitar satu hektar untuk ditanami sawah apung. Ke depan jika project ini berhasil, dia akan coba ke tempat yang lebih luas.

"Saya harapkan lima tahun ke depan bisa jadi habit mereka. Jadi para petani tidak lagi khawatir bertanam di lahan kritis yang sukar ditanami," harap Juli. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved