Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Sukses Petani di Desa Jangkang Olah Lahan Kritis Jadi Sawah Apung,5 Rakit Hasilkan 250 Kg Padi

Berawal dari kondisi tanah yang sukar ditanami karena mengandung terlalu banyak air, seorang petani bernama Joko berpikir bagaimana memanfaatkan lahan

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Kisah Sukses Petani di Desa Jangkang Olah Lahan Kritis Jadi Sawah Apung,5 Rakit Hasilkan 250 Kg Padi - 20210611-sawah-apung1.jpg
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Sawah apung yang terdapat di Desa Jangkang Dendang, Jumat (11/6/2021) saat ditinjau Bupati Belitung Timur Burhanudin.
Kisah Sukses Petani di Desa Jangkang Olah Lahan Kritis Jadi Sawah Apung,5 Rakit Hasilkan 250 Kg Padi - 20210611-sawah-apung3.jpg
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Sawah apung yang terdapat di Desa Jangkang Dendang, Jumat (11/6/2021) saat ditinjau Bupati Belitung Timur Burhanudin.
Kisah Sukses Petani di Desa Jangkang Olah Lahan Kritis Jadi Sawah Apung,5 Rakit Hasilkan 250 Kg Padi - 20210611-sawah-apung4.jpg
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Sawah apung yang terdapat di Desa Jangkang Dendang, Jumat (11/6/2021) saat ditinjau Bupati Belitung Timur Burhanudin.

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Berawal dari kondisi tanah yang sukar ditanami karena mengandung terlalu banyak air, seorang petani bernama Joko berpikir bagaimana memanfaatkan lahan tersebut supaya bisa tumbuh padi.

Lalu dia berdiskusi dengan pendamping teknik sawah apung PT ANJ/SMM Muhammad Opan.

Dari diskusi tersebut muncul ide memanfaatkan lahan kritis tersebut menjadi media komoditas padi dan edamame.

"Berjalan selama sekitar tujuh bulan prosesnya dan alhamdulillaah project percontohan ini berhasil panen hari ini," kata Jono yang tergabung dalam Kelompok Tani Suka Maju Desa Jangkang, Dendang kepada posbelitung.co, Jumat (11/6/2021).

Jono bercerita sawah apung ini berada di ketinggian air dari 50 hingga 100 cm.

Medianya sendiri yaitu rakit dari bambu yang kemudian diisikan tanah gembur untuk padi berukuran panjang tiga meter dengan lebar 50 cm.

Jono menyebutkan,  untuk merawat dan masa panen di sawah apung ini hampir sama dengan sawah di media pada umumnya.

Hanya saja sawah apung ini harus dipastikan terapung dengan jarak sekitar satu cm dari permukaan air.

Jono mengatakan dalam sekali panen, sawah apung di tempatnya yang mempunyai lima rakit ini bisa panen sebanyak 250 kilogram.

Dia sendiri berharap ke depan jika project percontohan ini berhasil bakal memudahkan para petani untuk bercocok tanam di lahan sejenis.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved