Breaking News:

Warga Belitung Timur Diterkam Buaya

SOP Diberlakukan Saat Pencarian Korban Terkaman Buaya di Beltim, Keselamatan Tim Pencari Diutamakan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung Timur, Ikhwan Farozi yang Juga Kepala BPBD Belitung Timur usai proses evakuasi korban diterkam buaya.

Penulis: Suharli | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Suharli
Sekda Kabupaten Belitung Timur, Ikhwan Fahrozi (baju dan topi kuning) saat melihat persiapan ritual adat pencarian korban diterkam buaya dari tetua adat, Minggu (13/6/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung Timur, Ikhwan Farozi yang Juga Kepala BPBD Belitung Timur usai proses evakuasi korban diterkam buaya di Sungai Lenggang, Kecamatan Gantung menyebutkan  proses pencarian korban bukan tanpa resiko, apalagi yang dihadapi adalah predator buas, oleh sebab itu ada SOP yang diterapkan dalam pencarian korban.

Menurutnya, ada SOP yang harus dilakukan saat melakukan pencarian korban yang dibawa oleh hewan buas tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"SOP dalam penyelamatan yang diterapkan Tim Gabungan ini lah mungkin yang belum diketahui oleh masyarakat umum, kadang kala merrka kesulitan saat menerapkan SOP tersebut karena bertolak belakang dengan keinginan dari masyarakat atau juga tokoh adat, nah salam kondisi ini lah mungkin butuh seorang tokoh yang mampu mengkoordinir agar semua pihak dapat menerima satu situasi, dimana menyelamatkan korban, dan juga menjaga keselamatan tim penyalamat tersebut juga," ucapnya kepada posbelitung.co, Senin (13/6/2021).

Diakuinya, memang ada kendala perlengakapan saat proses pencarian korban.

Diungkapkannya,  Tim SAR Gabungan saat melakukan penyisiran korban hanya menggunakan perahu karet, menurutnya yang dikhawatirkan ketika bertemu dengan predator berbadan besar tersebut dapat membuat perahu karet itu rusak bila ada perlawanan dari buaya

"Atas kerjasama beberapa pihak, alhamdullilah jenazah bisa ditemukan. Setelah dievaluasi tadi dari proses pencarian korban memang masih terkendala peralatan, memang sudah dilengkapi perahu karet dan perangkatnya, namun tidak di lengkapi dengan perlangkapan lainnya karena menghadapi predator buas, makanya inisiatif tadi untuk menggunakan perahu nelayan dengan bobot sekitar 3 GT, antisipasi jangan sampai buaya tersebut berontak bisa menyembabkan kejadian yang tidak diinginkan," bebernya.

Diterkam Buaya Saat Melimbang Timah di Bendungan PICE

Diberitakan sebelumnya, seorang warga di Belitung Timur bernama Edi Pradesa.saat melimbang timah di tepian Bendungan Pice Kecamatan Gantung, Belitung Timur.pukul 05.30 WIB  diterkam buaya.

Edi dikabarkan diserang buaya dari belakang.

Tubuhnya diseret hewan buas predator ke tengah sungai.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved