Breaking News:

Berita Belitung

Begini Kata Ketua Fordas Belitung Soal Sungai Habitat Buaya

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Koko Haryanto menuturkan Fordas Beltim sudah lama mewanti-wanti dampak ke

Penulis: Suharli | Editor: Fery Laskari
istimewa
Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Koko Haryanto. (istimewa/dok pribadi) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Koko Haryanto menuturkan Fordas Beltim sudah lama mewanti-wanti dampak kerusakan sungai yang juga menjadi habitat buaya di Belitung Timur.

"Bahkan kejadian konflik manusia dengan buaya sudah berulang kali terjadi. Ini masalah klasik dimana sungai yang ada buayanya sudah rusak, jadi barangkali mereka terusik," ujar Koko kepada Posbelitung.co, Rabu (16/6/2021).

Dia berpendapat kondisi tersebut, menurutnya diperparah dengan lingkungan hidup buaya yang sudah melampui ambang batas, yang mana dulunya buaya hidup dilingkungan air lebih baik dari saat ini, dan ketersedian sumber makananannya tercukupi.

Dia mengatakan penambang yang ada dibantaran sungai atau aliran sungai juga harus memperhatikan habitat buaya yang sudah hidup disana  yang bahkan sudah ada sejak ratusan tahun.

"Pemeritah juga mengedukasi masyarakat, bagaimana penertiban-penertiban yang sudah seting dilakukan namun belum dampak signifikan," ujarnya.

Dia berpendapat bisa saja dibuat penangkaran buaya, namun bila dilihat dari sisi lainnya bilapun buaya sudah dipindahkan apakah tidak menutup kemungkinan aktifitas penambangan ilegal lebih banyak lagi.

"Ada buaya saja masih ada yang menambang disungai apalagi tidak ada buaya," ujarnya.

Dia menambahkan kondisi sungai yang diperkiraan sudah mulai tercemar  yang juga menjadi habitat buaya adalah sungai utama diantaranya  sungai Manggar, Sungai Buding dan Sungai Lenggang, dimana lokasi tersebut menjadi tempat berkembang biak buaya.

"Saya lihat ambang batas kualitas air, sungai-sungai itu sudah tercemar. Bukan tidak mungkin buaya itu jadi berpindah kealiran sungai yang lebih kecil guna bertahan hidup mecari sumber makanan diar yang lebih jernih. Untuk itu masyarakat yang beraktifitas di seputaran sungai juga harus waspada," katanya. (Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved