Breaking News:

Berita Belitung

Kisah Buaya Ganas di Belitung, Dominasi Jadi Penghuni Sungai Ini

Sebaran buaya di Pulau Belitung hampir menyeluruh di berbagai titik. Umumnya predator ganas ini berada di sungai-sungai besar

Penulis: Suharli | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Timsar Gabungan saat akan melakukan penyisiran pencarian korban hilang diterkam buaya pada hati Minggu (13/6) lalu di Sungai Lenggang, Kecamatan Gantung, Belitung Timur. (Posbelitung/Suharli) 

Pulau Belitung Menjadi Habitat Buaya, Dominasi Jadi Penghuni Sungai Ini

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sebaran buaya di Pulau Belitung hampir menyeluruh di berbagai titik. Umumnya predator ganas ini berada di sungai-sungai besar. Staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Tanjungpandan Belitung, Junaidi menjelaskan, ada beberapa jenis buaya yang ada di pulau ini, hanya saja didominasi oleh jenis buaya muara.

"Ada juga buaya sepit (bermoncong lancip -red), hanya saja keberadaannya jarang ditemui," ujar Junaidi kepada Posbelitung.co, Rabu (16/6/2021).

Adapun di antaranya sungai besar yang dihuni buaya yakni di Belitung Timur, Sungai Lenggang, Sembuluk, Sungai Manggar, Sungai Buding dan beberapa sungai lainnya. Sedangkan di Kabupaten Belitung Buaya di ataranya menghuni Sungai Cerucuk hingga Pilang.

Dia mengaku, sampai saat ini berkenaan dengan kontrol populasi buaya di pulau Belitung memang belum pernah dilaksanakan.

"Dari BKSDA memang belum pernah melakukan survei berkenaan dengan jumlah populasi buaya yang ada di Pulau Belitung," ujarnya.

Berkenaan ada kabar bahwa akan ada lokasi konservasi buaya di Pulau Belitung, Junaidi mengatakan hingga saat ini belum ada investor dari pihak swasta yang menghubungi ataupun datang ke Kantor BKSDA Provinsi Bangka Belitung maupun kantor yang ada di Belitung.

"Kalau memang ada pihak swasta yang berencana membaut tempat penangkaran buaya kami menyambutnya dengan baik  apa lagi seperti yang diketahui peristiwa konflik buaya dan manusia sudah berukangkali terjadi, jadi bila ada buaya yang pernah konflik denga manusia langsung bisa realokasikan ke penangkaran tersebut," ujarnya.

Disinggung soal serangan buaya yang terjadi, Minggu (13/6) lalu hingga menyembabkan korban jiwa, dia menjelaskan banyak kemungkinan yang terjadi hingga buaya menyerang manusia.

"Mungkin mereka menjadi agresif karena saat ini musim berkembang biak, kemudian lingkungan habitat mereka (buaya -red) yang sudah tercemar dan sarang-sarang mereka terganggu akibat dari aktifitas penambangan yang terjadi di lokasi tersebut, yang juga menyebabkan makanan mereka berkurang," ujarnya.

Pihak BKSDA Tanjungpandan mengimbau agar masyarakat mengurangi aktifitas di sungai-sungai merupakan habitat buaya, kalau pun tetap harus beraktifitas di sungai dia mengatakan masyarakat agar selalu waspada. (Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved