Breaking News:

Berita Belitung Timur

NGO Asal Prancis PUR Project Tawarkan Restorasi Lingkungan di Lahan Kritis Belitung Timur

Bupati Belitung Timur Burhanudin menyambut baik rencana Non Profit Organization (NGO) asal Prancis

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Khamelia
Ist.Gracewati
NGO PUR Project saat mengeksplorasi potensi di Hutan Edukasi Lingkungan Pice, Gantung beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO--Bupati Belitung Timur Burhanudin menyambut baik rencana Non Profit Organization (NGO) asal Prancis PUR Project dalam pengembangan restorasi lingkungan.

Hal ini dikatakan Burhanudin setelah berdiskusi tentang rencana tersebut dengan tim PUR project di ruang rapat Bupati belum lama ini.

"Prinsipnya kita mendukung. Mereka bicara pasca tambang, artinya kita sudah bicara dengan PUR project ini. Mereka akan turun ke lapangan langsung melihat kelompok masyarakat yang akan diajak melaksanakan kegiatan pengembangan restorasi lingkungan, apakah dalam bentuk tanaman kopi, tanaman lada, itu rencana mereka nanti," kata Burhanudin.

Menurutnya yang terpenting adalah ada niat masyarakat untuk komitmen bersama-sama memperbaiki lingkungan.

Country Manajer PUR Project Arif Kurniawan mengatakan restorasi ekosistem akan diawali dengan eksplorasi potensi dan penjajakan kerjasama.

"Kami di sini masih dalam tahap eksplorasi potensi dan kemungkinan kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat tentang yang kita sebut restorasi ekosistem atau perbaikan lingkungan dengan tidak melupakan unsur mengedukasi dan meningkatkan kebutuhan penghasilan warga sekitar," ucap Arif.

Arif bilang PUR Project menawarkan penanaman pohon dan perbaikan lingkungan yang mengalami kerusakan akibat tambang. Namun sebelum semua berjalan, PUR Project akan menyelesaikan perizinan agar sesuai dengan program dan dapat berkesinambungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Belitung Timur Novis Ezuar menyatakan kerjasama untuk memperbaiki lingkungan sangat baik. Apalagi selama ini, akibat eksploitasi menimbulkan dampak kerusakan pada ekosistem lingkungan.

"Kita tahu bersama, lingkungan kita banyak yang kondisinya makin kritis akibat penambangan. Kita tidak bisa atau tidak mungkin menghindari dari apa yang namanya dampak penambangan karena kita tahu sendiri, masyarakat kita kan sangat bergantung ekonominya dengan tambang," jelas Novis.

Novis berharap upaya perbaikan ekosistem pasca tambang sangat diperlukan. Salah satunya kerjasama PUR Project untuk mengidentifikasi lahan kritis sebelum diperbaiki.

"Restorasi lahan tapi tidak lepas dari pemberdayaan masyarakatnya. Jadi kita tidak mungkin bicara restorasi lahan kalau tidak melibatkan masyarakat. Itu keberhasilannya akan sangat rendah. Di sinilah kita akan berkolaborasi sehingga ada usaha perbaikan lingkungan," kata Novis sembari berharap program ini akan terus berjalan dan tak putus di tengah jalan. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved