Breaking News:

Berita Kriminalitas

Pelajar Jual Bubuk Kratom Diamankan Oleh Tim Gabungan, Beli Barang dari Transaksi Online

Bubuk Kratom seberat 2,4 kilogram dan obat bebas diamankan dari seorang pelajar berinisial AL di Belitung.

Penulis: Suharli | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Suharli
AL pelajar yang menjual bubuk kratom, saat dimintai keterangan oleh Satpol PP Kabupaten Belitung, Kamis (17/6/2021) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG --  Bubuk Kratom seberat 2,4 kilogram dan obat bebas diamankan dari seorang pelajar berinisial AL di Kabupaten Belitung.

Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, BNNK, Loka POM, dan Dinkes Belitung, pada Rabu (16/6/2021)  melakukan patroli wilayah menindaklanjuti laporan masyarakat melalui program Besadu.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Belitung Abdul Hadi mengungkapkan berdasarkan informasi Al menjual barang tersebut di rumahnya yang berada di Desa Keciput Kecamatan Sijuk.

Dia mengatakan barang tersebut didapatkan melalui transaksi belanja online.

Abdul Hadi menjelaskan aturannya, untuk kratom perda yang dilanggar adalah ketertiban umum, Perda 5 tahun 2014, sedang obat bebas terbatas berkenaan dengan Instruksi Gubernur Bangka Belitung 188.54/2/Dinkes/ 2017  tentang penertiban atas penyaluran dan penjualan obat yang masuk dalam obat bebas terbatas di seluruh toko swalayan, toko kelontong yang tidak memiliki izin sebagai apotek atau toko obat.

Barang bukti bubuk kratom yang dijual AL pelajar saat diamankan Satpol PP Kabupaten Belitung, Kamis (17/6/2021)
Barang bukti bubuk kratom yang dijual AL pelajar saat diamankan Satpol PP Kabupaten Belitung, Kamis (17/6/2021) (Posbelitung.co/Suharli)

Proses pengamanan AL berlangsung dramatis pasalnya saat didatangi ke rumahnya AL tidak ada di rumah dan hanya ada orangtuanya saja.

Sementara itu berdasarkan pemeriksaan di sekitar rumahnya di dapat kotak obat bebas terbatas, kemasan di dalamnya masih utuh terdapat 13 strip, dan terdapat bekas kemasan kosong lainnya.

"Jadi ini cukup menguras pikiran dan tenaga kami, kami sempat mutar-mutar mencari pemilik barang tetapi tidak di rumah berkat kesabaran tim, akhirnya orangtua bersangkutan hadir dan memberikan keterangan berkaitan penjualan kratom ini dijualnya dengan memasukkan ke kemasan ulang yakni plastik 0,5 gram dengan harga Rp 20.000," kata Abdul Hadi.

Tidak hanya itu, tim gabungangan juga mengamankan barang penjualan obat terbatas dari toko kelontong yang berada di Desa Batu Itam, Kecamatan sijuk.

"Di Desa Batu Itam adalah pengembangan hasil patroli wilayah, kami  mengamankan pelanggar dia menjelaskan membeli di toko tersebut. Dari toko tersebut didapatkan obat bebas terbatas dan ada obat keras yang sudah diindentifikasi oleh lokapom,"  ungkap Abdul Hadi.

Peredaran kratom di Belitung belakangan ini dikatakannya kian marak, khususnya di kalangan remaja, yang dampaknya bisa membahayakan pengguna dan menggangu ketertiban umum dan ketentraman di masyarakat.

"Tindak lanjutnya khusus untuk AL diberikan pembinaan dan diarahkan asesmen ke BNN Kabupaten Belitung," kata Abdul Hadi.

(Posbeljitung.co/Suharli)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved