Breaking News:

Berita Belitung

Video - Aparat Gabungan Sita Kratom dan Obat Bebas Terbatas, Penjual Kratom Masih Berstatus Pelajar

Sekretaris Satpol PP Abdul Hadi mengatakan, diperolehnya barang-barang tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat melalui program Besadu.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Jaryanto

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tim gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Loka POM, dan Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung mengamankan bubuk kratom seberat 2,4 kilogram (Kg) dan obat bebas terbatas, Kamis (17/6/2021).

Sekretaris Satpol PP Abdul Hadi mengatakan, diperolehnya barang-barang tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat melalui program Besadu.

“Kami menindaklanjuti laporan dari masyarakat, dan setelah kami tindak lanjuti ternyata benar ada barang tersebut,” kata Abdul Hadi kepada posbelitung.co.

Pemilik kratom merupakan seorang remaja berinisial AL (17). Pelaku yang masih berstatus pelajar ini menjual barang tersebut di rumahnya di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

"Barang bukti berupa bubuk kratom seberat 2,4 kilogram," ucap Abdul. 

Sementara obat babas terbatas penjualnya lelaki berinisial JE (56). Ia menjual obat tersebut di warung miliknya yang berlokasi di Desa Batu Itam, Sijuk. 

“Obat bebas terbatas sebanyak 13 strip, itu sisanya. Ada juga obat keras yang sudah diindetifikasi oleh lokapom," ucap Abdul Hadi.

Ia menjelaskan, larangan penjualan kratom sesuai Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum Nomor 5 Tahun 2014 . Sementara obat bebas terbatas dilarang dijual bebas sesuai Instruksi Gubernur Bangka Belitung 188.54/2/Dinkes/ 2017  tentang Penertiban Atas Penyaluran dan Penjualan Obat yang masuk dalam obat bebas terbatas di seluruh toko swalayan, toko klontong yang tidak memiliki izin sebagai apotek atau toko obat. (posbelitung.co/suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved