Breaking News:

Berita Belitung Timur

Bappelitbangda Belitung Timur Gandeng Litbang Kompas Susun Indeks Potensi Ekonomi Daerah

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Belitung Timur menggandeng Penelitian dan Pengembangan

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Khamelia
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
FGD yang dilakukan Bappelitbangda dan Litbang Kompas bersama pelaku pembangunan di Kantor Bappelitbangda Beltim, Jumat (18/6/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Belitung Timur menggandeng Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas dalam penyusunan indeks potensi ekonomi daerah secara sektoral dan kewilayahan dengan pendekatan analisis input output.

Metode yang dipakai dalam penyusunan indeks ini adalah focus group discussion (FGD) yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (17-19/6/2021) di Kantor Bappelitbangda Beltim.

Peneliti Utama Litbang Kompas BE Satrio mengatakan FGD yang dilakukan ini merupakan metode riset yang sifatnya kualitatif. Dengan metode ini, Satrio bilang hasilnya tidak saja data berupa angka tapi juga beserta alasan why (kenapa) dan how (bagaimana).

"Karena jika hanya kuantitatif sebenarnya data sudah bisa didapatkan di BPS kemudian langsung bisa dianalisis. Hanya saja yang berusaha dilengkapi dalam memetakan potensi ekonomi daerah dengan analisis input output kali ini ialah pendekatan atau alasan untuk mencari penyebab why dan how dalam suatu masalah. Itulah yang kita lakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode FGD ini," jelas Satrio ditemui di sela FGD, Jumat (18/6/2021).

Dalam FGD ini dia mendengarkan masalah-masalah dari lintas sektoral pelaku pembangunan, seperti pelaku usaha, wisata, UMKM, gapoktan, sampai unsur pemerintahan. Ia mengaku justru dalam penelitian kualitatif ini beberapa masalah mengemuka yang jika berbicara secara data tidak terlihat.

"Jika ngobrol begini jadi terlihat masalah-masalah yang timbul, seperti kurangnya komunikasi antar unsur-unsur terlibat dalam suatu pembangunan yang mana secara data tidak terlihat. Secara bottom up kelihatan apa yang jadi persoalan. Kita harap bisa mendapatkan pendekatan analisis input output yang lebih menyeluruh jadi bukan sekedar angka tapi alasan di balik itu," kata Satrio.

Satrio sendiri mengapresiasi Bappelitbangda Beltim yang sudah mengundang Litbang Kompas untuk melakukan penelitian dengan dua pendekatan; kuantitatif dan kualitatif. Ia menyatakan dari 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia yang didatangi baru Belitung Timur yang memakai dua pendekatan tersebut.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Bappelitbangda Belitung Timur Bayu Priyambodo mengatakan potensi ekonomi berbasis sektoral ini jika dikaitkan dengan pendekatan input output adalah bagaimana antar sektor input dari satu sektor jadi output di sektor lain.

"Khususnya misi ekonomi berbasis masyarakat yang jadi salah satu fokus pembangunan kita di RPJMD. Pembangunan di sektor ekonomi diharapkan tidak sendiri-sendiri. Bisa saling terkait input output dari satu sektor ke sektor lain," kata Bayu.

Ke depan, sambungnya, hasil kajian ini bisa digunakan pemerintah dalam menempatkan anggaran sesuai kajian sehingga dengan kemampuan keuangan daerah yang terbatas bisa lebih efektif dan efisien dalam mencapai pembangunan daerah.

"Semoga ke depan berbagai program pembangunan daerah bisa sinkron dan saling berkaitan," tutup Bayu. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved