Breaking News:

Soal Jabatan Presiden 3 Periode, Ini Penjelasan Pihak Istana, Poin Ketiga Ingin Menjerumuskan Jokowi

Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman mengatakan bahwa saat ini Presiden Jokowi tetap berpegang teguh kepada Konstitusi

Editor: Hendra
tangkap layar Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Beredar Syukuran Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo 2024 yang digelar Sabtu (19/6/2021).

Kabar ini menambah mencuatnya wacana jabatan presiden dari 2 periode menjadi 3 periode.

Terkait wacana ini pihak Istana Kepresidenan RI pun mengeluarkan pernyatannya.

Melalui Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman mengatakan bahwa saat ini Presiden Jokowi tetap berpegang teguh kepada Konstitusi.

"Mengingatkan kembali, Presiden Jokowi tegak lurus konstitusi UUD 1945 dan setia terhadap Reformasi 1998," ujar Fadjroel dalam keterangan tertulisnya, , Sabtu (19/6/2021).

Menurut Fadjroel. sesuai Pasal 7 UUD 1945 amandemen pertama menyebutkan bahwa, "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan."

Selain itu, lanjut dia, Jokowi telah dua kali menyatakan menolak wacana jabatan presiden selama tiga periode.

Penolakan pertama disampaikan pada 2 Februari 2019.

Saat itu, kata Fadjroel, Jokowi menyinggung apabila ada pihak yang mengungkap presiden dipilih tiga periode memiliki motif tertentu.

"Satu, ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja," ujar Fadjroel mengutip pernyataan Jokowi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved