Breaking News:

WIKI BELITUNG

Tebat Rasau Mulai Pulih dan Menggoda Setelah Luluh Lantak Dimakan Api 2019 Lalu

Destinasi Wisata Tebat Rasau perlahan kini berangsur pulih kembali, ditambah dengan beberapa bangunan baru yang menambah minat para pelancong.

Penulis: Suharli | Editor: Eltjandring
(Posbelitung.co/Suharli)
Wisatawan sedang mengitari Tebat Rasau dengan dayungnya. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Masih terngiang diingatan Nasidi ketika si jago merah menghanguskan ribuan rasau (pandan air) pada Agustus  2019 lalu tepatnya di geosite Desa Lintang, Kecamatan Simpang Renggiang, Belitung Timur.

Destinasi Wisata Tebat Rasau perlahan kini berangsur pulih kembali, ditambah dengan beberapa bangunan baru yang menambah minat para pelancong.

Seperti diketahui bersama rasau-rasau itu lah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, hingga saat ini belum diketahui apa penyebab dari kebarakan rasau-rasau tersebut.

Kala itu, tampak jelas raut wajah sedih dan cemas dari wajah seorang Nasidi, Ketua Komunitas Tebat Rasau, yang dipercaya mengelola tempat yang kini menjadi geosite Unesco Global Geopark itu.

Saat itu Nasidi tahu persis, butuh waktu hingga lima tahun agar rasau-rasau itu pulih seperti semula.

"Ini sudah masuk tahun kedua, bekas kebakaran dulu masih ada yang terlihat. Di selanya mulai ditumbuhi rasau-rasau baru, nanti kalau Rasau baru ini mulai tinggi barulah batang Rasau bekas terbakar itu rontok dengan sendirinya, sekiar 2 sampai 3 tahun lagi mungkin baru pulih seperti dulunya," ujar Nasidi saat ditemui posbelitung.co, Sabtu (18/6/2021).

Seiring waktu, beberapa bangunan seperti cottage, tempat kerajinan tangan, rhmah khusus ikan yang terdapa aquatium besar, kamar mandi serta musola telah terbangun.

biodiversity yang ada di Tebat Rasau pun menjadi lirikan dari peneliti-peneliti dari berbagai negara, bahkan mereka rela menginap hingga berhari-hari guna menggali infomasi di lokasi yang juga masuk dalam kategori sungai purba itu.

Fauna seperti ikan Buntal air tawar, ikan Ampong, Arwana dan berbagai jenis ikan yang sudah sulit ditemui didaerah lain dapat ditemui di Tebat Rasau.

Selain tracking jalan mengilingi rasau-rasau, wisatawan juga dimanjakan dengan wisata susur sungai.

Untuk susur sungai tentunya harus dengan pengawasan dan dampingan oleh pihak pengelola saat, sekitar lima sampan disiapkan bagi wisatawan, jumlah tersebut menurut Nasidi akan tetap bertambah seiring waktu.

posbelitung.co/suharli

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved