Breaking News:

Berita Belitung

Calon Siswa Baru SD Belum Cukup Umur, Layanan Psikolog Banyak Permintaan Surat Rekomendasi

Selama masa pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD yang berlangsung 21-30 Juni, layanan psikolog

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Psikolog Melly Triani saat menguji kemampuan kognitif anak di tempat praktiknya Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan, Senin (21/6/2021). \ 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Selama masa pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD yang berlangsung 21-30 Juni, layanan psikolog menerima banyak permintaan rekomendasi.

Permintaan tersebut banyak diajukan orang tua siswa yang usia anaknya di bawah enam tahun agar bisa mendaftar ke jenjang SD.

"Rata-rata usia kisaran 5 tahun 6 bulan. Ada juga yang 6 tahun 2 bulan, karena katanya buat masuk sekolah favorit orang tua tetap meminta rekomendasi," kata Psikolog Melly Triani ketika ditemui posbelitung.co di tempat praktiknya Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan, Senin (21/6/2021).

Permintaan rekomendasi ini mulai masuk saat 10 Juni 2021 lalu.

Ia memperkirakan hingga Selasa (22/6/2021) ada 100 anak yang menjalani tes.

Kondisi ini rutin terjadi, namun tahun ini mengalami peningkatan karena banyak juga permintaan rekomendasi dari masyarakat Belitung Timur.

Permintaan rekomendasi ini menyebabkan antre panjang jadwal layanan psikolog. Setelah mendaftar, anak baru bisa menjalani tes 2-3 hari kemudian karena dalam sehari maksimal 10 anak yang bisa dites.

Melly menjelaskan, pemberian rekomendasi bergantung pada kesiapan anak. Baik itu kesiapan kognitif atau IQ minimal 90, juga berdasarkan kesiapan emosional, kemandirian, penyesuaian diri, dan sosial.

Selain melihat aspek kesiapan anak, rekomendasi juga diberikan dengan melihat kesiapan sekolah tujuan. Menurutnya, ada sekolah yang jumlah calon siswa baru tidak banyak, sehingga pihak sekolah menyanggupi mengajar anak meski IQ rata-rata dan harus mengajari hal dasar.

Dari pengajuan permintaan rekomendasi, banyak pula yang ditolak walau usia anak misalnya enam tahun kurang satu hari. Jika selama tes ternyata belum siap secara kognitif dan emosional. Seperti anak yang cemas ketika ibunya jauh atau menangis saat menjalani tes. 

"Tapi banyak juga yang lima tahun tujuh bulan tapi hasil tesnya luar biasa, jadi umur bukan patokan kesiapan. Ketika sudah 6,5 tahun itu pasti sudah siap, tidak perlu dites karena anak sudah siap, dengan catatan anak normal pada umumnya bukan anak yang berkebutuhan," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Junaidi mengatakan, sesuai Permendikbud nomor 1 tahun 2021 bahwa untuk masuk SD minimal berusia enam tahun pada 1 Juli 2021.

Anak yang usianya lima tahun enam bulan atau di bawah enam tahun boleh masuk dengan syarat mengantongi surat dari psikolog yang menyatakan anak siap dan bisa mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. Bukan hanya rekomendasi, ada penjelasan bahwa anak dapat mengikuti pembelajaran. 

"Tidak masalah jika usia anak di bawah enam tahun, karena penentuannya dari rekomendasi psikolog apakah anak ini bisa mengikuti pembelajaran atau tidak. Tidak masalah kalau orang tua merasa anak punya kemampuan," kata Junaidi. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved