Breaking News:

Sikap Tegas Ebrahim Raisi Presiden Iran, Tak Mau Bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden

Ebrahim Raisi mengatakan tidak mau bertemu atau bernegosiasi apapun dengan Amerika Serikat. Baik soal program nuklir maupun dukungan kepada milisi

Editor: Hendra
STRINGER / Iranian Presidency / AFP
Mantan Presiden Iran Hassan Rouhani (kiri) mengambil bagian dalam konferensi pers dengan Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi (kanan) dan memberikan ucapan selamat kepada ulama ultrakonservatif itu karena memenangkan pemilihan presiden. 

POSBELITUNG.CO, TEHERAN --  Ebrahim Raisi terpilih sebagai Presiden Iran yang baru.

Ia merupakan Ketua Hakim Agung Iran dikenal sebagai sosok yang tegas hingga ditakuti para koruptor di negaranya.

Bahkan tak sedikit pelaku yang dijatuhinya hukuman mati.

Sikap tegasnya juga terhadap hubungan Iran dengan Amerika Serikat.

Ebrahim Raisi mengatakan dia tidak akan mau bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden atau bernegosiasi atas program rudal balistik Teheran dan dukungannya terhadap milisi regional.

Baca Berita Lainnya:

"AS berkewajiban untuk mencabut semua sanksi yang menindas terhadap Iran," kata Raisi dalam konferensi pers, seperti dilansir dari Kantor Berita AP, Senin (21/6/2021).

Raisi duduk di depan lautan mikrofon, sebagian besar dari Iran dan negara-negara rumah bagi milisi yang didukung oleh Teheran.

Dia tampak gugup di awal komentar tetapi perlahan-lahan mulai rileks selama konferensi pers selama satu jam.

Ditanya tentang program rudal balistik Iran dan dukungannya terhadap milisi regional, Raisi menggambarkan isu-isu itu sebagai "tidak dapat dinegosiasikan."

Saat ditanya akan bertemu Biden?

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved