Breaking News:

Sikap Tegas Ebrahim Raisi Presiden Iran, Tak Mau Bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden

Ebrahim Raisi mengatakan tidak mau bertemu atau bernegosiasi apapun dengan Amerika Serikat. Baik soal program nuklir maupun dukungan kepada milisi

Editor: Hendra
STRINGER / Iranian Presidency / AFP
Mantan Presiden Iran Hassan Rouhani (kiri) mengambil bagian dalam konferensi pers dengan Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi (kanan) dan memberikan ucapan selamat kepada ulama ultrakonservatif itu karena memenangkan pemilihan presiden. 

Raisi hanya menjawab: "Tidak."

Pesaing moderatnya dalam pemilihan, Abdolnasser Hemmati, telah menyarankan selama berkampanye bahwa dia akan berpotensi bersedia untuk bertemu Biden.

Gedung Putih tidak segera menanggapi pernyataan Raisi hari Senin.

Raisi, anak didik Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, telah diberi sanksi oleh AS sebagian atas keterlibatannya dalam eksekusi massal.

Baca Berita Lainnya:

Kemenangannya dalam pemungutan suara Jumat lalu datang di tengah jumlah pemilih terendah dalam sejarah Republik Islam Iran.

Raisi juga menggambarkan dirinya sebagai "pembela hak asasi manusia" ketika ditanya tentang keterlibatannya dalam eksekusi massal 1988 sekitar 5.000 orang.

Dari mereka yang melakukan pemungutan suara, 3,7 juta orang secara tidak sengaja atau sengaja membatalkan surat suara mereka, jauh melampaui jumlah yang terlihat dalam pemilihan sebelumnya.

Dalam hasil resmi, Raisi memenangkan 17,9 juta suara secara keseluruhan, hampir 62% dari total 28,9 juta pemilih.

Kemenangan pemilu Raisi telah menimbulkan kekhawatiran bahwa itu dapat mempersulit kemungkinan kembali ke kesepakatan nuklir. (AP/CNBCTV)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Presiden Terpilih Iran Tegaskan Tidak akan Bersedia Bertemu dengan Joe Biden

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved