Tanpa Tangan 'Sempurna' Supri Juarai Kontes Ikan Cupang Dunia, Rahasianya Terekspos ke Publik

Dua tangannya tak sempurna, karena hanya sampai di siku saja, karenanya tangan-tangan Supri Hartadi (24) pun tak memiliki jari.

Penulis: tidakada008 | Editor: Edi Yusmanto
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Supri Hartadi (24) pencinta ikan asal lubuklinggau menunjukkan piala kontes ikan Internasional Lomba Ikan Cupang Dunia Numero Uno 2021 yang digelar 3-6 Juni 2021 lalu di Kuta, Bali. 

Supri mengaku menekuni budidaya ikan cupang sejak Maret tahun lalu karena tidak ada pekerjaan.

Ditengah kegalauannya ia berkumpul dengan teman-temannya yang menyarankannya untuk mencoba budidaya ikan cupang.

"Awalnya tidak niat mau main cupang (ternak cupang), saat ngumpul bareng teman, lalu beli harga ikan cupang Rp 5 ribuan, tapi gagal sampai enam kali saya coba," ujarnya.

Setelah beberapa kali gagal tak membuat Supri patah arang, kemudian ia membeli lagi ikan cupang seharga Rp 50 ribuan, berbekal pengalaman gagal itu ia berhasil melakukan pemijahan.

"Awalnya yang jadi hanya 15 ekor cupang, kemudian berkembang terus karena pengalaman, total sekarang jumlah ikan cupang koleksinya hampir mencapai 300-400 ikan cupang berbagai jenis," ungkapnya.

Bahkan saat ini ikan cupang Supri bukan hanya diminati oleh masyarakat lokal melainkan diminati oleh sesama penghobi dari provinsi lain hingga sampai luar negeri.

"Jualnya sekarang banyak ke Jakarta Kalimantan, Sulawesi, pernah juga ke Malaysia, yang paling banyak diminati jenis cupang Halfmoon dan Multi," ujarnya.

Supri menambahkan dari hasil budidaya cupang yang ditekuninya, Supri saat ini bisa membantu perekonomian keluarganya.

"Alhamdulillah sekarang untuk penghasilan dalam sebulan bisa Rp 7 juta - Rp 8 juta," ungkapnya.

Suka Duka Memelihara Ikan Cupang

Ternyata saat memelihara ikan cupang tak semudah yang dibayangkan dan tak seindah saat melihat keindahan corak warnanya.

Meski tidak terlalu begitu sulit, ditengah keterbatasan fisiknya Supri merasa banyak suka-duka yang dialaminya, terutama saat mengganti air ratusan ikan cupang di rumahnya.

"Awalnya ganti airnya itu sulit (karena keterbatasan fisik) tapi lama-lama akhirnya biasa, terus dibantu sama keluarga juga," ujarnya.

Supri mengaku, akan merasa senang saat ikan-ikan cupang hasil pemijahannya berkembang sesuai keinginan dan bisa bertahan hidup.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved