Breaking News:

Reaksi ICW saat Jampidsus Nilai Jaksa Pinangki Untungkan Negara, Dari Kasus Suap Dapat Mobil BMW

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menyunat hukuman jaksa Pinangki yang terlibat kasus suap dari 10 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara

Editor: Hendra
Capture Youtube Kompas TV
Jaksa Pinangki Sirna Malasari. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA -  Perkataan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Ali Mukartono terkait hukuman Pinangki Sirna Malasari menuai sorotan publik.

Hal ini terawal saat ia ditanya sejumlah media terkait berita Jaksa Pinang selaku penegak hukum awalnya divonis 10 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara.

Media dinilai Ali terlalu mengejar pemberitaan Pinangki yang merupakan terdakwa perkara suap, pencucian uang dan pemufakatan jahat terkait skandal Djoko Tjandra.

Sontak pernyataan Ali Mukartono ini pun dipertanyakan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

"ICW mempertanyakan maksud dari pernyataan Jampidsus terkait dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terhadap Pinangki Sirna Malasari," ujar Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, dalam keterangannya, Rabu (23/6/2021).

Kurnia menilai, Ali keliru ketika mengatakan media telah membesar-besarkan pemberitaan Pinangki.

Padahal, kata Kurnia, wajar publik mempertanyakan penanganan Pinangki di Kejagung.

"Selain karena perkara ini melibatkan oknum penegak hukum yang bahu membahu membantu pelarian buronan, irisan lain juga menyasar pada kejanggalan penanganan perkara itu sendiri di Kejaksaan Agung," kata dia.

Kurnia memaparkan sejumlah kejanggalan dalam penanganan perkara Pinangki.

Beberapa di antaranya adanya rencana pemberian bantuan hukum dari Persatuan Jaksa Indonesia (PJI), keluarnya surat pedoman pemeriksaan jaksa mesti seizin Jaksa Agung, tidak mendalami keterangan Pinangki mengenai penjamin ketika bertemu dengan Djoko Tjandra, hingga enggan untuk melimpahkan penanganan perkara ke KPK.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved