Breaking News:

WIKI BELITUNG

Mengenal Lebih Dekat Buaya Muara yang Hobi Mangsa Manusia, Gigitannya Seperti Tekanan Benda 315 Kg

Buaya menjadi topik yang paling banyak dibicarakan masyarakat di Pulau Belitung medio Juni 2021.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Dok/Suharli
Seorang warga berfoto di depan buaya muara yang ditangkap warga karena membahayakan di Manggar, Belitung Timur beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Buaya menjadi topik yang paling banyak dibicarakan masyarakat di Pulau Belitung medio Juni 2021.

Betapa tidak, dua manusia nahas menjadi mangsa buaya di Belitung Timur hanya dalam waktu enam hari.

Pertama menimpa Edy Pradesa (42) di Sungai Lenggang, Gantung pada 13 Juni 2021 dan kedua ialah Juperi Ahmad (53) di Desa Dukong, Simpang Pesak pada 19 Juni 2021.

Sebenarnya apa yang menyebabkan buaya ini memangsa manusia? Menurut Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Eksitu Wilayah XIX Bangka Belitung Tanjungpandan Junaidi penyebabnya adalah habitatnya yang terganggu karena aktivitas manusia.

Karena itu, pakan alamiah buaya sudah tidak ada sehingga dia mencari makan ke wilayah lain yang bukan teritorialnya.

"Selain itu, pada bulan-bulan ini adalah musim kawin buaya muara sehingga mereka makin agresif. Siapapun yang mendekat bakal diserangnya," kata Junaidi kepada Posbelitung.co, Sabtu (26/6/2021).

Junaidi mengungkapkan, kebanyakan buaya di Pulau Belitung berjenis buaya muara atau buaya bekatak dengan nama ilmiah Crocodylus porosus.

Buaya ini hidup di sungai-sungai dan di laut dekat muara.

Daerah penyebarannya dapat ditemukan di seluruh perairan Indonesia.

Dilansir dari buku karangan Abisakha Santoso berjudul Buku Pintar Hewan Buas untuk Pelajar buaya muara memiliki ciri fisik mempunyai tonjolan berpasangan dan saling bertemu menuju hidung.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved