Breaking News:

Kecelakaan Tambang di Belitung Timur

Dua Penambang Hilang Usai Air Meluap di Pertambangan Kelapa Kampit, Ini Penjelasan Ahli Pertambangan

Bisa jadi blok yang ingin dipasangi seruni jebol karena air keluar dengan tekanan tinggi karena lubang tambang itu seperti bejana berhubungan.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Eltjandring
Ist.pribadi
Veri Yadi. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dua penambang diduga tewas karena tertimbun tanah tambang di kedalaman 28 meter di Desa Mayang, Kelapa Kampit, Minggu (27/6/2021) petang.

Berdasarkan keterangan kepolisian, mereka ingin memasang alat penghisap air atau seruni di lubang tersebut.

Ahli Pertambangan Veri Yadi, Msc dan sedang pendidikan Ph.D Candidate di School of Mining Engineering, University of The Witwatersrand, Johannesburg, South Africa mengatakan bisa jadi blok yang ingin dipasangi seruni jebol karena air keluar dengan tekanan tinggi karena lubang tambang itu seperti bejana berhubungan.

"Lubang tambang ini dimungkinkan terhubung satu dengan yang lain sehingga sifat air cenderung memiliki ketinggian yang sama secara alamiah," kata Veri.

Dia melanjutkan, apabila salah satu tempat diblok maka air akan tertahan dan apabila dibuka akan memberikan tekanan yang besar sesuai dengan hukum Bernoulli.

"Kalau melihat bentuk lubang seperti lubang winze (lubang turun) dari level atas ke level bawah karena bentuknya seperti "ore chute"," tambahnya.

Dia menjelaskan, selisih tingginya hampir 30 meter (13+7+8), itu jarak ideal antara satu level dengan level di bawahnya. Kemungkinan mereka menjebol dinding dimana air tertahan pas di buka langsung meluap.

"Karena kemiringan sesuai dengan kemiringan "vein" timah tipe "bedding plane vein" de Belitong. Bukaan tersebut digali mengikuti arah vein (urat timah) yang sengaja ditinggal oleh PT BHPI untuk menjaga kestabilan terowongan," katanya.

Veri bilang, dari shaft atau winze lubang masuk utama ke arah terjadinya kecelakan posisi Naryo dan Andri sekitar 11 meter jarak horizontal.

"Sehingga dipastikan penggalian tersebut mengikuti urat timah dengan tipe "bedding plane vein" yang merupakan tipe cebakan timah yang umum di Belitong," kata Veri.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved