Breaking News:

Virus Corona

Ahli Desak Indonesia Lockdown, Pemerintah Hitung Butuh Biaya Rp 18,7 triliun per Hari

Ahli mendesak agar pemerintah memberlakukan lockdown atau PSBB ketat, akan tetapi pemerintah juga memperhitungkan biaya dan imbasnya pada rakyat

Penulis: Hendra | Editor: Hendra
iStockphoto
IlustrasiL Lockdown kota akibat virus corona 

POSBELITUNG.CO,-- Sejumlah ahli menyarankan agar pemerintah untuk memberlakukan pembatasan secara besar (PSBB) atau lockdown.

Saran ini disampaikan mengingat penularan covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan.

Khususnya di Pulau Jawa, dan pusat pemerintahan DKI Jakarta.

Kondisi rumah sakit sudah penuh dengan pasien covid-19, ditambah lagi permasalahan lahan pemakaman yang semakin menipis.

Usulan PSBB lainnya datang dari lima perhimpunan profesi dokter, yakni Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (Perki).  

Baca Berita Lainnya: Indonesia Lockdown Jadi Headline Media Singapura, Presiden Jokowi: Lebih Baik Kendalikan Penularan

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) juga mendesak pemerintah agar segera menerapkan lockdown sebagaimana telah diterapkan di sejumlah negara yang kini sudah berhasil melewati puncak kasus Covid-19.

Peneliti Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) Iqbal Elyazar mendesak pemerintah agar melakukan PSBB.

Menurutnya dengan PSBB adalah langkah yang paling tepat untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia.

Pun demikian disampaikan oleh Ahli epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr dr Windhu Purnomo.

Ia menegaskan, yang dibutuhkan Indonesia saat ini PSBB, bukan PPKM mikro yang disebutnya jelas tidak efektif.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved