Breaking News:

Makan Cumi-cumi Disebut-sebut Bisa Bikin Kolesterol Naik, Benarkah?

Cumi-cumi bisa diolah menjadi aneka masakan yang lezat. Akan tetapi, cumi-cumi seringkali disebut sebagai makanan yang tinggi kolesterol. Benarkah?

Editor: Novita
Sajian Sedap
Cumi 

Menurut informasi nutrisi Departemen Pertanian AS, porsi 100 gram cumi-cumi mengandung sekitar:

  • 90 kalori.
  • 16 gram protein.
  • 3 gram karbohidrat.
  • 1,5 gram lemak total.
  • 263 miligram kolesterol.

Melansir Livestrong, batas konsumsi kolesterol harian adalah 300 miligram per hari.

Artinya, 100 gram cumi-cumi memenuhi hampir 90 persen kebutuhan kolesterol harian kita sehingga kita perlu berhati-hati, terutama bagi orang dengan riwayat penyakit jantung atau kolesterol tinggi.

American Heart Association merekomendasikan agar asupan lemak jenuh tak lebih dari 5-6 persen dari total kalori harian kita untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Jika kebutuhan harian kita 2.000 kalori, maka porsi lemak jenuh tersebut sama dengan 11-13 gram.

Sebanyak 85 gram cumi-cumi mentah mengandung sekitar 0,3 gram lemak jenuh total.

Namun, cumi-cumi juga mengandung lemak sehat, yakni sekitar 0,09 gram lemak tak jenuh tunggal dan 0,4 gram lemak tak jenuh ganda.

Lebih disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak lemak tak jenuh, termasuk tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Sebab, lemak tak jenuh dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), kolesterol "baik".

HDL dapat membantu membuang LDL yang buruk.

Adapun kenaikan kadar kolesterol dalam darah ditentukan oleh beberapa faktor.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved