Breaking News:

Advertorial

Peringatan HANI 2021 Secara Virtual, BNN Kabupaten Belitung Sambut Baik Program Bersinar

BNN Belitung mengikuti upacara peringatan hari Anti Narkotika Internasional 2021 secara virtual diruang pertemuan pemerintah kab. Belitung

Editor: nurhayati
disa
PERINGATAN HANI 2021 - Bupati dan Wakil Bupati Belitung bersama unsur forkopimda mengikuti peringatan HANI 2021 secara virtual, Senin (27/6). (POS BELITUNG/DISA ARYANDI 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung mengikuti upacara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 secara virtual di ruang pertemuan Pemerintah Kabupaten Belitung, Senin (28/06/2021).

Upacara dihadiri Bupati Belitung, H Sahani Saleh, Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, Kepala BNN Kabupaten Belitung, Nasrudin, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan Himelda Sidabalok, Danlanud HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Letkol Nav Rudy Hartono, Dandim 0414 Belitung, Letkol Inf M Akbar serta beberapa pejabat lainnya.

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin yang memimpin upacara secara virtual tersebut menyampaikan beberapa poin penting tentang bahaya narkotika.

Menurutnya barang haram itu sudah ‘menyentuh’ kalangan pelajar.

Bupati Belitung, H Sahani Saleh mengatakan, peringatan HANI ini harus dimaknai secara sungguh-sungguh, agar terwujud perang terhadap narkotika. Bagi Pemerintah Kabupaten Belitung, perang terhadap narkoba sudah menjadi slogan.

“Kalau selama ini musuh kita adalah setan, nah sekarang ini musuh pertama kita adalah narkoba. Karena kalau pakai narkoba sudah pasti jadi setan,” kata Sahani.

Menurutnya untuk memerangi narkoba tidak cukup hanya mengandalkan BNN saja, namun seluruh elemen masyarakat harus terlibat. Ia berharap kepada seluruh LSM, organisasi masyarakat (ormas) keagamaan agar bersama-sama menuntaskan permasalahan narkoba ini.

Kepala BNN Kabupaten Belitung Nasrudin menyambut baik penerapan program Belitung bersih narkoba (bersinar). “Kalau itu semua dilakukan secara bersama, maka peluang berhasil semakin terbuka. Apalagi kondisi sekarang ini, sangat memprihatikan,” kata Nasrudin.

Menurutnya, dalam kondisi darurat narkoba harus disikapi secara serius, komitmen serta harus melibatkan semua kalangan.

“Ini harus bergerak secara bersama. Semua insan harus bersatu padu, tapi kalau ada pihak-pihak yang menjadi penghianat alias oknum, percuma juga ini karena bertolak belakang dengan komitmen, apalagi komitmen pemerintah daerah sudah jelas,” ujarnya.

Diakui Nasrudin, di Belitung sedang marak kratom. Dimana kratom dan narkoba mempunyai kesamaan yaitu merusak tatanan kehidupan. Maka semua pihak harus ikut andil dan punya kontribusi.

“Siapapun yang menggunakan kratom, dia sedang merencanakan kegagalan di masa depannya,” tegasnya.

Diketahui, BNN Kabupaten Belitung akan membangun kerjasama dengan jasa pengiriman, dimana jalur pengiriman kratom tersebut menggunakan jaringan seperti itu.

“Kami akan lakukan komunikasi ke jasa pengiriman ini. Kedua jalur paling seksi dalam peredaran gelap narkoba adalah jalur perairan. Kami akan koordinasi dengan pihak terkait seperti TNI AL, KSOP, Bea Cukai,” katanya. (advertorial/tas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved