Breaking News:

Kota Tanjungpandan, Belitung, Mengalami Inflasi 0,36 Persen di Bulan Juni 2021, Ini Pemicunya

Kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.

Editor: Novita
Pos Belitung/Disa Aryandi
Wajah baru Bundaran Satam Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Senin (19/8/2019) 

POSBELITUNG.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung mencatat, Kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 0,36 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,78 di Bulan Juni 2021.

Rilis dari BPS Kabupaten Belitung yang diterima posbelitung.co, Kamis (1/7), inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran.

Yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,59 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,37 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,11 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,24 persen.

Sebagian kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,60 persen; kelompok transportasi sebesar 1,86 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,41 persen.

Kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2021, antara lain ikan bulat, ikan kerisi, ikan tongkol, kangkung, bayam, ketimun, emas perhiasan, telur ayam ras, minyak goreng, dan sawi hijau.

Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain angkutan udara, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, udang basah, dan cumi-cumi.

Pada Juni 2021, dari 11 kelompok pengeluaran, lima kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi, tiga kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi, dan tiga kelompok tidak memberikan andil/sumbangan deflasi maupun inflasi.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,5983 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0180 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0019 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,0089 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0654 persen.

Sebagian kelompok pengeluaran lainnya memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,1027 persen; kelompok transportasi sebesar 0,2062 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0198 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved