Apa Itu GERD? Beda Gerd dan Maag Sama-sama Gangguan Lambung, Kenali Gejala dan Obatnya

Ketika merasakan gejala mual, muntah, dan nyeri pada lambung, orang menganggapnya sebagai maag atau gastritis.

Penulis: tidakada007 | Editor: Kamri
BATASHMEDICAL
Ilustrasi 

Selain itu, faktor-faktor berikut juga dapat memicu terjadinya iritasi pada sfingter, di antaranya:

  • Makanan, seperti cokelat, makanan berlemak, pedas, buah atau jus yang dengan keasaman yang tinggi
  • Minuman, seperti kopi dan soda Rokok Alkohol
  • Obat-obatan golongan tertentu seperti antikolinergik, beta-adrenergik, nitrat, calcium-channel blocker
  • Hormon

3. Gejala

Perbedaan Gerd dan maag juga dapat dilihat dari gejalanya.

Gastritis tidak menyebabkan gejala yang jelas pada semua orang.

Namun, gangguan pada sistem pencernaan umumnya menjadi gejala maag yang paling sering, seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Perasaan begah di perut bagian atas, terutama setelah makan
  • Gangguan pencernaan
  • Sakit perut dan perut kembung
  • Kehilangan selera makan
  • Muntah darah atau muntah berwarna hitam seperti biji kopi
  • Tinja berwarna hitam

Sementara itu, tanda dan gejala umum Gerd muncul dalam bentuk yang berbeda dari maag, di antaranya adalah:

  • Sensasi terbakar di dada (heartburn), biasanya setelah makan yang mungkin memburuk di malam hari
  • Sakit dada
  • Kesulitan menelan Makanan atau cairan asam naik ke kerongkongan (regurgitasi)
  • Sensasi seperti ada benjolan atau yang mengganjal di tenggorokan

Jika kamu memiliki refluks asam malam hari, kamu mungkin juga mengalami:

  • Batuk kronis
  • Radang tenggorokan
  • Sesak napas seperti asma
  • Tidur terganggu

4. Pengobatan

Pengobatan maag dan Gerd memiliki prinsip yang berbeda.

Pada gastritis, pengobatan yang diberikan tergantung penyebabnya, sedangkan pada Gerd berfokus pada peningkatan fungsi sfingter esofagus.

Pengobatan untuk mengatasi maag atau gastritis meliputi:

  • Jika gastritis disebabkan oleh konsumsi obat anti inflamasi non-steroid atau alkohol, maka sebaiknya hentikan penggunaannya
  • Obat antibiotik kerap diberikan jika maag disebabkan oleh bakteri H. pylori.
  • Antibiotik yang diberikan dapat berupa kombinasi dari klaritromisin dan amoksisilin atau metronidazole
  • Obat yang menghambat produksi asam dan meningkatkan proses penyembuhan, seperti omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, dexlansoprazole, dan pantoprazole
  • Obat-obatan untuk mengurangi produksi asam, seperti obat penghambat asam yang meliputi ranitidine, famotidine, cimetidine, dan nizatidine
  • Antasida yang bisa menetralkan asam lambung

Pengobatan untuk mengatasi Gerd meliputi:

  • Penghambat pompa proton (PPI), yaitu obat golongan penekan sekresi (produksi) asam yang kuat dengan masa terapi lama. Setelah berhasil, dapat dilanjutkan dengan terapi pemeliharaan dengan menggunakan dosis yang lebih rendah seperti antagonis reseptor H2, prokinetik, atau bahkan antasida.
  • Antasida, sebagai penetral (buffer) terhadap asam klorida (HCl) sehingga dapat memperkuat tekanan sfingter esofagus bagian bawah
  • Obat-obatan prokinetik
  • Operasi

Demikian perbedaan Gerd dan maag, meliputi gejala dan pengobatannya. (Sumber: Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Apa Itu GERD? Beda Gerd dan Maag Sama-sama Gangguan Lambung, Kenali Gejala dan Obatnya,

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved